Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Debat Pertama Pilgub NTB, Bahas Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Fatih Kudus Jaelani • Jumat, 18 Oktober 2024 | 22:40 WIB

Anggota KPU NTB Agus Hilman.
Anggota KPU NTB Agus Hilman.
LombokPost--Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB telah menetapkan tema debat terbuka perdana Pilgub NTB 2024 yang dijadwalkan pada 23 Oktober mendatang.

 

“Benar. Untuk tema debat pertama sudah kami putuskan dan sampaikan juga pada paslon. Temanya reformasi birokrasi dan pelayanan publik untuk kesejahteraan rakyat,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU NTB Agus Hilman pada awak media, kemarin (17/10).

 

Dijelaskan akan ada enam segmen dalam debat. Setiap segmen akan diisi oleh pembahasan beberapa sub-tema. Kata Agus, sub tema terdiri dari inovasi pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

 

“Segmen pertama pembukaan, pembacaan tata tertib, dan penyampaian visi-misi paslon. Segmen kedua dan ketiga pendalaman visi-misi menjawab pertanyaan yang memang telah disusun oleh panelis. Segmen keempat dan kelima itu pertanyaan antar paslon, saling bertanya dan menanggapi. Segmen terakhir berupa statemen paslon sekaligus penutup,” papar Hilman.

 

Selain tema, Agus juga menjelaskan sejumlah ketentuan debat terbuka yang sudah disepakati bersama dengan para pain. Salah satunya maksimal pendukung yang boleh dibawa masuk oleh para paslon sebesar 100 orang per paslon.

 

Hal lainnya berupa masing-masing panelis yang mewakili empat sub tema. Kata Agus, pihaknya melibatkan sejumlah figur yang meruapkan pakar di bidang masing-masing.

 

Sebelumnya, Ketua KPU NTB M Khuawailid menerangkan debat terbuka Pilgub NTB diharapkan menjadi ruang pertarungan gagasan dalam membangun NTB lima tahun ke depan. Bukan malah sebaliknya saling mencari kesalahan dan menjatuhkan satu sama lain.

 

“Kita berharap debat pertama ini kami harap bisa memicu, memantik pertarungan gagasan antar paslon. Kedua, kita berharap menjadi ruang kontestasi gagasan dan ide yang ditawarkan paslon kepada publik, juga bagi ruang bagi pemilih untuk lebih dalam mengetahui visi-misi dari paslon.

 

Dijelaskan, debat terbuka merupakan salah satu jenis kampanye yang difasilitasi KPU.  Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan agar tim pemenangan memahami dengan baik tujuan dari debat paslon yang akan digelar. Sejatinya debat paslon dapat dijadikan sebagai ruang dan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi yang lebih jelas pada pemilih. Bukan sebaliknya sebagai ajang saling menjatuhkan.

 

“Kampanye adalah ruang dan waktu untuk memberikan edukasi kepada para pemilih. Sudah bukan zamannya paslon menyampaikan ujaran kebencian terhadap satu sama lain,” tegas Khuawailid.  (tih/r2)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pilgub NTB #KPU NTB #debat pilkada #Pilkada serentak