LombokPost – Anggota DPR RI H Muazzim Akbar mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) lebih tegas dalam melakukan pengawasan.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan spesifik ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Mataram akhir Desember 2024 lalu.
“Kami berharap, ke depan BBPOM Mataram bisa lebih sangar lagi dalam melakukan pengawasan. Karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat,” kata Muazzim.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta agar pengawasan obat dan makanan dapat ditingkatkan dengan memasang sertifikat pengawasan di setiap rumah makan.
Hal itu bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat yang datang ke rumah makan tersebut.
Selain itu, mantan anggota DPRD NTB itu juga memberikan saran pada BB POM Mataram agar dapat membangun sinergitas dengan pemerintah daerah. Baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Terutama dalam melakukan sosialisasi pada masyarakat. Karena masih sangat banyak masyarakat yang belum paham tugas dan fungsi BP POM ini,” terangnya.
Di saat yang sama, Muazzim juga berharap agar kantor BBPOM Mataram dapat diperluas.
Ia berkomitmen memfasilitasi permintaan status pinjam pakai tanah dan bangunan yang tidak dipakai di area kantor yang sudah ada pada Pemprov NTB.
Baca Juga: Warga Desa Runggu dan Roka di Bima Saling Serang, Dua Orang Tertembak Senpi Rakitan
Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan Prakasa dalam kunjungan Muazzim memaparkan rencana kerja, pelaksanaan, evaluasi dan problematika yang dihadapi BP POM Mataram dari tahun ke tahun.
Salah satunya mengenai keterbatasan SDM yang saat ini berjumlah 75 orang dari kebutuhan ideal 104 orang.
“BBPOM sangat responsif terhadap era digitalisasi 4.0 yang menjadikan informasi peredaran makanan dan obat-obatan menjadi cepat dan sporadis,” ujar Yosef. (tih/r2)
Editor : Kimda Farida