Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peringati HUT PDIP Ke-52, PDIP NTB Akan Gelar Mimbar Demokrasi

nur cahaya • Minggu, 12 Januari 2025 | 10:45 WIB

 

HUT ke-52: Sekretaris DPD PDIP NTB Hakam Ali Niazi (tiga dari kiri) menyerahkan potongan tumpeng pada pengurus partai pada acara peringatan HUT PDI Perjuangan ke-52 di Kantor DPD PDIP NTB, Mataram.
HUT ke-52: Sekretaris DPD PDIP NTB Hakam Ali Niazi (tiga dari kiri) menyerahkan potongan tumpeng pada pengurus partai pada acara peringatan HUT PDI Perjuangan ke-52 di Kantor DPD PDIP NTB, Mataram.
 

LombokPost – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memperingati hari ulang tahunnya yang ke-52 dengan menggelar mimbar demokrasi. Hal itu disampaikan Sekretaris DPD PDIP NTB Hakam Ali Niazi usai menggelar peringatan HUT ke-52 PDIP di Kantor DPD PDIP NTB, Jumat (10/1).

“Dalam rangkaian HUT partai, kami melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh partai dan pejuang partai, pemotongan tumpeng. Dan dalam waktu dekat kami akan melaksanakan mimbar demokrasi” kata Hakam pada awak media.

Lebih jauh, Hakam menuturkan mimbar demokrasi akan diikuti oleh seluruh komponen bangsa di NTB yang menaruh kepedulian pada perkembangan demokrasi di Indonesia saat ini. Di mana, secara konsisten, PDIP menegaskan demokrasi NTB hari ini tengah mengalami kemerosotan dan kemunduran.

 Baca Juga: KONI NTB Launching Mobil Operasional Sarana Prasarana Cabor

“Mimbar bebas sebagai pendidikan politik dan demokrasi kepada rakyat yang tidak boleh menyinggung SARA, tidak menghina dan melecehkan pihak tertentu yang terbingkai dalam koridor nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Hakam.  

Ia juga menuturkan, HUT partai ke-52 saat ini dalam kondisi Vivere Pericoloso. Vivere pericoloso merupakan frasa dalam bahasa Italia yang artinya “hidup penuh bahaya” atau "hidup yang menyerempet bahaya". 

Frasa tersebut dijelaskan pernah digunakan Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraan pada peringatan HUT ke-19 RI tahun 1964. Pidato tersebut berjudul "Tahun Vivere Pericoloso" atau disingkat TAVIP, yang berarti “Tahun Penuh Bahaya”.

Kata Hakam, hidup menyerempet bahaya saat ini untuk PDIP, di mana ada upaya untuk mengacak-acak partai menjelang kongres tahun ini.

 Baca Juga: Catat, Siswa di Mataram Dilarang Bawa HP ke Sekolah

DPD PDIP NTB sendiri memperingati hari jadinya yang ke-52 dengan sederhana yakni pemotongan tumpeng yang diberikan kepada pengurus dan anggota partai yang hadir. Hakam menerangkan, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat sendiri mengikuti acara HUT secara langsung di DPP sebagai senior dan pendiri partai.

“Acara peringatan HUT partai ini dilaksanakan secara serentak mulai dari DPP, DPD sampai DPC PDIP seluruh Indonesia,” terangnya.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam kesempatan tersebut menyampaikan pidato politik peringatan HUT ke-52. Ia menuturkan penetapan pencabutan Tap MPR nomor 33 tahun 1967. Dalam momentum hari jadi banteng hitam bermoncong putih tersebut, Megawati menyampaikan terima kasih pada Presiden Prabowo yang telah mengembalikan nama baik proklamator Indonesia, Soekarno. (tih/r2)

Editor : Rury Anjas Andita
#bangsa #Tokoh #momentum #partai #PDIP #mimbar #pejuang #demokrasi