LombokPost – DPRD NTB menetapkan Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal pemerintah daerah PT Jamkrida NTB dan PT BPR NTB. Penetapan Perda penyertaan modal tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD NTB, Selasa (14/1).
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi dalam laporannya menyampaikan penyertaan modal Pemerintah daerah dalam Perda tersebut berupa penyertaan modal dalam bentuk aset tanah dan bangunan atau inbreng. Penyertaan modal pada PT Jamkrida NTB Syariah dalam bentuk aset daerah berupa tanah dan bangunan yang jika dikonversi dalam bentuk uang senilai Rp 17.336.200.000.
“Sementara untuk modal pada PT BPR NTB dalam bentuk aset tanah dan bangunan atau inbreng dikonversi dalam bentuk uang dengan nilai sebesar dua puluh lima miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta sembilan puluh delapan ribu rupiah,” kata Sambirang.
Dijelaskan, dengan tambahan penyertaan modal tersebut, struktur penyertaan modal pemerintah daerah Provinsi NTB pada PT Jamkrida NTB Syariah juga mengalami perubahan. Dari sebelumnya Rp 27 miliar menjadi Rp 44,3 miliar lebih.
“Sehingga dividen yang akan diterima Pemprov NTB juga akan semakin meningkat,” jelasnya.
Perubahan tersebut juga berlaku pada PT BPR NTB. Penyertaan modal Pemprov NTB dari Rp 78,5 miliar lebih bertambah menajdi Rp 103,8 miliar. Dengan demikian, dividen yang diterima dari PT BPR NTB juga akan bertambah. Politisi PKS itu menjelaskan dalam upaya menyelamatkan Jamkrida NTB Syariah, pihaknya telah melakukan studi banding ke Jamkrida di Provinsi Bali, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Dari studi banding tersebut, ditemukan sejumlah alasan kuat untuk menambah penyertaan modal PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPR NTB.
Sementara itu, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPR NTB memiliki peran yang penting dalam membangun ekonomi daerah. Sehingga diharapkan dengan penambahan modal tersebut, diharapkan kedua perusahaan daerah tersebut dapat menambah jangkauannya dalam memfasilitasi pelaku UMKM dan usaha syariah di NTB.
“Kami berharap, PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPR NTB dapat lebih inovatif dalam mengembangkan produk dan layanannya. Sehingga dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Lalu Gita. (tih/r2)
Editor : Akbar Sirinawa