LombokPost – Pernyataan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB Muzihir yang mengklaim dirinya sebagai calon tunggal ketua DPW PPP NTB periode berikutnya dibantah Muhammad Akri.
Sekretaris DPW PPP NTB itu mengatakan belum tentu Muzihir akan terpilih aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) nanti.
Sebab bisa jadi dirinya atau sejumlah kader PPP lainnya juga berkeinginan untuk maju dalam pemilihan sebagai ketua DPW PPP NTB periode berikutnya.
"Saya kalau didukung ketua-ketua cabang, iya saya majulah," kata Akri, Rabu (2/7).
Disampaikan, saat ini semua kader Partai Ka'bah masih menunggu pelaksanaan Muktamar PPP yang akan digelar pada Agustus-September.
Nah, hasil Muktamar, jelas dia, menjadi penentu arah pimpinan partai ditingkat wilayah. Termasuk calon ketua DPW PPP NTB.
"Intinya semua orang terbuka menjadi calon ketua DPW. Bisa saya atau bisa juga Pak Muzihir jadi calon," tegas Akri.
Ditegaskan, ketua dan sekretaris wilayah merupakan eks officio yang dimandatkan DPP melalui tim formatur.
Sehingga penentuan ketua DPW bukan melalui pemilihan seperti partai lainnya melainkan ditunjuk oleh tim formatur DPP PPP.
"Saya dan Pak Muzihir ini eks officio. kalau cabang menilai eks officio berhasil pasti cabang mendukung untuk lanjut," ujar Akri.
Di sisi lain, sambung dia, DPC PPP di NTB bisa saja memilih calon ketua di luar dirinya ataupun Muzihir.
Oleh karena itu, Muswil DPW PPP NTB dan daerah lain tetap menunggu selesai pelaksanaan Muktamar DPP PPP.
Sebab hasil Muktamar bisa mengubah peta di internal partai. "Muktamar ini juga penentu siapa yang akan menjadi pimpinan wilayah yaitu ketua dan sekretaris," imbuhnya.
Terkait dengan peluang dirinya menjadi ketua, Akri mengatakan semua orang berpeluang selama menjadi kader PPP.
Sesuai AD/ART PPP pimpinan wilayah adalah kader internal yang sudah menjadi pengurus setidaknya lima tahun periodesasi.
Akri kembali menegaskan posisi pimpinan wilayah harus menunggu hasil Muktamar. Bisa saja terjadi kompromi siapa ketua dan sekretaris untuk menghindari dinamika.
"Bagaimana jika ada perubahan AD/ART dalam Muktamar. Misalnya membolehkan orang di luar kader untuk maju. Semua kemungkinan itu terbuka," tandas Ketua Komisi I DPRD NTB itu.
Sementara itu, Ketua DPW PPP NTB Muzihir mengaku optimistis bisa terpilih kembali sebagai ketua untuk periode kedua.
Bahkan Muzihir merasa sangat percaya diri dengan menyebut dirinya sebagai calon tunggal.
Dia optimistis kader partai berlambang Kab'bah itu akan kompak mendukung dirinya.
Sebab selama kepemimpinannya dia berhasil mempertahankan suara PPP dalam Pemilu 2024 lalu.
"Jika melihat perkembangan partai, sepertinya tidak ada alasan DPC mau mengganti saya," papar Muzihir.
Baca Juga: Dinilai Manjur Tangani Ketimpangan Gizi Ribuan Siswa, Fraksi PPP Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuatnya pede terpilih lagi sebagai ketua DPW PPP NTB. Pertama, di tengah suara partai yang merosot pada Pemilu 2024, hanya tiga provinsi di mana PPP masih berjaya.
Nah, salah satunya Provinsi NTB. Bahkan fraksi PPP masih menduduki jabatan pimpinan di DPRD NTB dengan perolehan 7 kursi.
Kedua, sambung Muzihir, kursi PPP untuk DPRD di tingkat kabupaten/kota juga terisi semua. Dari 10 kabupaten/kota se-NTB beberapa kader menduduki kursi pimpinan DPRD kabupaten/kota. "Perolehan kursi DPRD kabupaten/kota juga masih tinggi, bandingkan dengan daerah," tegas Muzihir.
Terkait kemungkinan majunya Muhammad Akri sebagai penantang dalam Muswil nanti, Muzihir enggan berandai-andai.
Dia justru meminta kelapangan hati Akri untuk mendukung dirinya karena faktor usia.
"Saya ini sudah sepuh. Cukup satu periode lagi. Setelah saya selesak baru Pak Akri yang jadi ketua (Ketua DPW PPP NTB, Red) periode berikutnya. Karena usia beliau sekarang masih 44 tahun," tandas Muzihir. (mar/r2)
Editor : Rury Anjas Andita