LombokPost – Komisi IV DPRD NTB sudah melakukan rapat kerja konsultasi ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin lalu (7/7).
Hal itu terkait rencana pembangunan jalan nasional port to port dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
"Sebagai bentuk keseriusan kami membangun NTB, rencana proyek ini sudah kami konsultasikan ke Kementerian PU," kata Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim, Selasa (15/7).
Disampaikan, Ditjen Bina Marga Kementerian PU sudah mengkaji rencana mega proyek itu.
Hasilnya, selain butuh anggaran besar hingga Rp 20 triliun lebih, proyek port to port Lembar-Kayangan juga butuh waktu pekerjaan yang lama. Hingga 5 tahun.
"Jawaban kementerian akan dikaji dulu. Karena ini juga berkaitan dengan efisiensi anggaran di pusat," ungkap Hamdan.
Nah, di tengah kondisi itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfikir lebih realistis.
Dalam rapat lanjutan Komisi IV DPRD dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, disampaikan rencana pemprov untuk membangun jalan Bypass Sengkol-Kayangan.
"Menurut saya ini lebih realistis. Karena panjangnya kurang lebih 50 kilometer," papar Hamdan.
Nilai anggaran Bypass Sengkol-Kayangan juga jauh lebih murah. Yaitu hanya Rp 2,5 triliun. Penganggarannya bisa melalui sharing APBD Pemprov NTB dan APBN.
Bandingkan dengan jalan tol port to port Lembar-Kayangan dengan panjang 81 kilometer. Untuk membangun proyek itu dibutuhkan biaya investasi Rp 22 triliun.
"Kalau Bypass Sengkol-Kayangan lebih realistis. Untuk skema anggaran ini nanti dibicarakan," ujarnya.
Terkait rute, proyek infrastruktur itu akan dibangun dari Sengkol. Titik persisnya antara Bandara BIL menuju KEK Mandalika.
Dari Sengkol, jalan tembus ke Desa Ganti, Loteng, lalu membentang menuju Keruak, Lombok Timur. Dari sana melintasi Pringgabaya hingga ke Kayangan.
"Total panjang kurang lebih 50 kilometer. Sudah dihitung anggaran sekitar Rp 2,5 triliun," ungkap Hamdan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto menyampaikan pemprov sudah menyampaikan kesiapan membangun infrastruktur itu.
Dikatakan, Dinas PUPR NTB sudah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk feasibility study (FS). Studi kelayakan itu sudah dianggarkan dalam APBD 2025.
"Jadi rencana pembangunan Bypass Sengkol-Kayangan ini serius. Kami sangat mendukung rencana ini," ujar Sudirsah.
Proyek infrastruktur itu,sambung dia, bisa menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di jalur lama Mataram-Kayangan.
Saat ini, jalan nasional Mataram-Kayangan semakin memperihatinkan. Ruas jalan sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan yang semakin padat.
Jalannya bertambah macet. Belum lagi kondisi infrastruktur banyak yang bergelombang dan rusak di sana sini. "Ini karena Mataram-Kayangan sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan," ungkapnya.
Karena jalan yang bertambah macet sangat berpengaruh terhadap waktu tempuh. Saat ini Lembar-Kayangan membutuhkan waktu tempuh antara 3-4 jam.
Nah, agar jalan Mataram-Kayangan tidak tambah rusak dan macet, dibutuhkan jalan baru untuk mengurai kepadatan.
"Rencana Bypass Sengkol-Kayangan ini jadi solusi jangka panjang," ujarnya.
Di sisi lain, keberadaan infrastruktur baru juga bisa memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di jalur yang dilintasi.
Selain angkutan orang, jalan ini juga akan dirancang sebagai jalur logistik. Akses Bypass Sengkol-Kayangan akan memangkas jarak dan waktu.
"Tentu kami di DPRD sangat mendukung. Dengan adanya bypass ini akan mengurai kemacetan dan membuka pusat perekonomian baru," tandas politikus Gerindra itu.
Editor : Siti Aeny Maryam