Jokowi Ungkap Dua Senjata Rahasia PSI Bisa Menang, Partai Super Tbk dan E Voting!
Lalu Mohammad Zaenudin• Minggu, 20 Juli 2025 | 06:53 WIB
Joko Widodo di Kongres Partai Super Tbk. 2025
LombokPost – Presiden RI ke 7 Joko Widodo mengungkap satu model politik yang ia sebut sebagai “revolusi demokrasi”, saat memberi pidato dalam Kongres Partai Super Tbk (PSI) 2025 di Gedung Graha Saba Buana, Solo.
Model itu ia sebut sebagai “Partai Super Tbk.”, sebuah sistem kepartaian yang tidak dimiliki oleh elite, tapi dimiliki bersama oleh seluruh kader.
“Artinya apa? Saham partai ini dimiliki oleh seluruh pengurus, oleh seluruh anggota, oleh seluruh kader. Tidak ada kepemilikan elit. Tidak ada kepemilikan keluarga apalagi," tegasnya.
Menurut Jokowi, model kepemilikan kolektif ini menjadi pondasi utama kenapa PSI bisa tumbuh berbeda dari partai-partai lain yang masih dikuasai segelintir elite atau dinasti politik.
“Semua memiliki saham yang sama. Dengan ini mestinya seluruh anggota, seluruh kader, itu bersama-sama ikut membesarkan partai. Karena memiliki rasa yang sama terhadap kepemilikan partai," katanya.
Jokowi menyebut dua alasan utama kenapa ia yakin PSI bisa besar dan menang: struktur Partai Super Tbk. dan sistem e-voting satu anggota satu suara.
“Yang pertama tadi, PSI, Partai Super Tbk. Yang kedua, e-voting. Voting online. Satu anggota, satu suara," ujarnya.
Ia menyebut model ini sebagai sebuah revolusi demokrasi karena memberikan kekuatan langsung ke tangan anggota.
Bukan hanya slogan, tapi sistem yang benar-benar menghapus politik belakang layar dan dominasi segelintir orang.
“Ini saya melihat sebagai sebuah revolusi demokrasi," paparnya.
Dalam praktik e-voting PSI, semua anggota bisa ikut menentukan arah partai secara langsung.
Pada pemilu internal terakhir, tercatat partisipasi mencapai 84 persen dari 178 ribu anggota.
“Mungkin sekarang yang berpartisipasi baru, 84 persen dari berapa yang mendaftar? 178 ribu yang ikut, 84 persen," ucapnya.
Bagi Jokowi, angka ini menjadi awal dari potensi besar.
Jika model ini dirawat dan diperluas, maka jutaan anggota PSI di masa depan bisa menjadi bagian dari pengambilan keputusan penting.
“Nantinya, kalau ini menjadi sebuah model yang baik, bisa jutaan anggota PSI semuanya ikut berpartisipasi dalam pemilu raya yang akan datang," ujarnya.
Jokowi menekankan, sistem e-voting ini menjamin keterbukaan politik.
Tidak ada lagi ruang gelap tempat kekuasaan dibagi secara diam-diam. Semua harus terbuka, transparan, dan bisa diakses seluruh anggota.
“Karena setiap anggota itu memiliki kekuatan. Setiap anggota dihargai kekuatannya, dihargai suaranya," katanya.
“Dan kalau model politik seperti ini kita lakukan, tidak ada lagi yang namanya politik di belakang layar. Tidak ada. Semuanya open, semuanya terbuka, semuanya transparan," tambahnya lagi.
“Tidak ada lagi keputusan segelintir orang. Tidak ada. Keputusan nanti ada di seluruh anggota," tegasnya.