LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok akhirnya menanggapi sorotan DPRD NTB soal perbaikan jalan provinsi di ruas Praya, Lombok Tengah (Loteng) menuju Keruak, Lombok Timur (Lotim).
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Kusnadi mengatakan pihaknya tetap melanjutkan perbaikan ruas jalan provinsi itu.
"Saat ini sudah tahap penghamparan LPA (lapis pondasi atas, Red) pada titik-titik jalan provinsi yang direkonstruksi," kata Kusnadi, Selasa (5/8).
Sebelumnya, Komisi IV DPRD NTB menilai PUPR NTB tidak serius melakukan perbaikan jalan provinsi yang rusak.
Buktinya, ada beberapa titik jalan yang telah digali tapi tidak kunjung diaspal. Akibatnya membahayakan pengguna jalan.
Kondisi itu terlihat di ruas jalan Desa Mujur-Sengkerang. Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Loteng. Jalan tampak berdebu karena hanya ditimbun material tanah.
Nah, untuk mencegah debu mengepul tebal di jalanan, petugas rutin melakukan penyiraman badan jalan.
"Jadi setiap hari dilakukan penyiraman agar jalan tidak berdebu saat dilintasi kendaraan. Ada petugas yang siram jalan dari atas truk," papar Kusnadi.
Dijelaskan, penanganan pemeliharaan jalan provinsi ruas Praya-Keruak bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Total anggarannya Rp 1,95 miliar.
Panjang ruas Jalan Praya - Keruak mencapai 24,11 kilometer (km). Ini terbagi menjadi dua wilayah kabupaten yaitu Lombok Tengah 16,40 km dan wilayah Lotim 7,71 km.
Saat ini, jelas Kusnadi, penanganan dimulai dari KM 40+400 sampai dengan KM 28+000 (STA 12+400 SD 24+110).
Penanganan dilakukan pada titik-titik kerusakan jalan di lokasi yang terjadi penurunan badan jalan. Serta badan jalan yang bergelombang dengan penanganan rekonstruksi badan jalan.
Nah, pihaknya sudah menjadwalkan penurunan alat berat untuk dilakukan hot mix. Yaitu mulai tanggal 14 Agustus nanti.
Sambil menunggu hot mix penyiraman tetap dilakukan tiap hari.
"Rambu peringatan pada lokasi penanganan juga sudah kami pasang sebanyak 12 buah agar pengguna jalan berhati-hati dan mengurangi kecepatan," tandas Kusnadi.
Baca Juga: Warga Kota Praya Keluhkan Kerusakan Jalan Provinsi
Menanggapi penjelasan Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok, Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim mengapresiasi langkah petugas yang melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu.
Tapi dia tetap mendesak agar petugas tetap melanjutkan perbaikan. Karena Jalan Raya Praya-Keruak merupakan jalan provinsi yang ramai pengguna jalan.
"Jalan terlalu lama dibiarkan tanpa aspal karena ini membahayakan. Ruas Praya-Keruak merupakan jalur utama yang menghubungkan masyarakat Lotim dan Loteng dengan Kota Mataram," tegas Hamdan.
Baca Juga: Bukan Port to Port, DPRD NTB Setuju Bypass Sengkol-Kayangan Solusi Masa Depan
Hamdan mengaku kerap melintasi jalan provinsi ruas Praya, Lombok Tengah menuju Keruak, Lombok Timur.
Diakuinya, di ruas tersebut terjadi kerusakan parah. Di beberapa titik jalan rusak dan bergelombang.
Kondisi itu membahayakan lalu lintas. Apalagi itu merupakan akses utama sehingga ramai oleh berbagai jenis kendaraan.
Baca Juga: Anggaran Terbatas, Dinas PUPR NTB Hanya Bisa Tambal Sulam Jalan Provinsi Rusak
Ruas jalan provinsi yang rusak berat terletak di Jalan Raya Praya-Mujur di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah.
Permukaan jalan berlubang dan bergelombang. Kondisi itu kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Mirisnya, tidak sedikit korban yang meninggal dunia.
Jalan rusak berat juga terdapat di Jalan Pejanggik, Kota Praya. Persisnya di sisi Taman Biao, Kota Praya.
Kerusakan infrastruktur yang berstatus jalan provinsi itu sudah rusak cukup lama.
"Saya sering pulang ke Lombok Timur lewat Praya-Keruak. Kondisinya memang cukup parah. Sudah waktunya perbaikan total," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan