LombokPost — Keputusan mengejutkan datang dari salah satu kader senior DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H Edy Sofyan. Ia menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Golkar di semua tingkatan. Langkah ini diambil setelah dirinya merasa dijegal untuk ikut dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Mataram.
Dalam keterangannya kepada Lombok Post, Edy mengaku telah lama berjuang membesarkan partai berlambang pohon beringin itu. Namun, ia menilai tidak mendapat restu dari DPD I Partai Golkar Provinsi NTB untuk ikut bersaing dalam Musda.
"Saya sudah menangkap sinyal bahwa DPD I tidak menginginkan saya ikut Musda. Jalan saya sudah ditutup," kata Haji Edy, sapaannya.
Dia mengaku, sejak awal dirinya ingin maju sebagai calon ketua Golkar Kota Mataram. Namun upaya itu disebutnya selalu dihadang. Ia menuding sejumlah langkah dilakukan untuk menjegalnya, mulai dari menghambat komunikasi politik dengan komponen partai hingga memutus peluang mendapatkan dukungan.
"Saya lihat semua Komcat (komponen atau komisi tingkat bawah) sudah diarahkan. Ini yang membuat peluang saya untuk ikut Musda sudah tidak ada lagi," ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa kehadirannya tidak lagi dikehendaki oleh DPD I Golkar NTB. "Kalau memang tidak diinginkan, untuk apa saya bertahan," tegasnya.
Setelah mempertimbangkan secara matang, Edy akhirnya memilih mundur dari kepengurusan partai. Ia juga menegaskan pengunduran diri itu mencakup posisinya di DPD I Golkar Provinsi NTB. "Mulai hari ini, saya resmi menyatakan mundur," katanya dengan nada mantap.
Yang membuat Wakil Ketua DPD II Golkar Mataram Bidang Pemenangan Pemilu ini juga merasa kecewa, Edy mengaku baru mengetahui namanya dicantumkan dalam struktur kepengurusan DPD I Golkar NTB periode 2025–2030. Itu menurutnya dilakukan tanpa sepengetahuannya.
"Saya tidak tahu bidangnya apa. Mestinya ada komunikasi terlebih dahulu. Jangan tiba-tiba nama saya dicantumkan tanpa pemberitahuan," ucapnya.
Edy mengatakan, untuk sementara waktu ia akan fokus pada keluarga. Dalam waktu dekat, sejak Sabtu (18/10) lalu, sia bertolak ke Eropa untuk berlibur bersama keluarga selama kurang lebih 15 hari. "Saya mau cari inspirasi. Setelah pulang dari Eropa, saya akan buat surat pengunduran diri secara resmi," katanya.
Meski demikian, Edy tidak menutup kemungkinan akan tetap berkiprah di dunia politik. "Saya belum tahu ke depan bagaimana. Tapi yang pasti, saat ini saya sudah tidak lagi di Partai Golkar," ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam