LombokPost – Setelah melalui pembahasan maraton, DPRD NTB akhirnya siap mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan APBD 2026 menjadi Perda APBD 2026.
APBD akan disahkan dalam rapat paripurna yang digelar pukul 14.00 Wita, Jumat hari ini (28/11).
"Besok (hari ini, Red) kami sudah siap untuk paripurna pengesahan APBD," kata Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, kamis (27/11).
Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB sudah bekerja meraron melalukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Selain pendapatan dan belanja, dewan juga sudah melakukan pembahasan bersama OPD terkait soal program tahun depan.
"Soal program kami sepakat untuk fokus pada program prioritas sesuai RPJMD," jelas Isvie.
Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya menyampaikan program dan kegiatan yang disusun 2026 diprioritaskan untuk mencapai sejumlah program prioritas yang telah disusun pemerintahan Iqbal-Dinda.
Di antaranya adalah upaya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ini sangat penting sebagai langkah untuk mendukung pembangunan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat NTB.
"Kami sama-sama berkepentingan agar pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB bisa mencapai nol persen ke depan," kata Wirajaya.
Selain itu, dukungan anggaran juga ditujukan pada program yang mengarah pada ketahanan dan kemandirian pangan.
Program ini bertujuan menjadikan NTB sebagai lumbung pangan nasional.
Di sisi lain, NTB sebagai provinsi kepulauan sangat penting untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya yaitu dengan menyiapkan sebuah ekosistem industri yang berbasis agromaritim. Yaitu konsep untuk mengintegrasikan sektor pertanian dan kelautan.
"Dengan industri agromaritim NTB bisa membangun sistem ekonomi yang terpadu dan berkalnjutan," ujarnya.
Selain itu, geografis NTB sangat potensial dengan destinasi pariwisata. Banyak spot wisata yang indah dan memanjakan mata.
Sehingga perlu didorong untuk dapat terus berkembang. Baik dari sisi fasilitas, pelayanan, serta kemudahan akses bagi wisatawan.
"Kita dukung penuh pariwisata NTB berbenah karena potensi ke arah itu memang sangat besar," pungkas Wirajaya.
Editor : Kimda Farida