LombokPost – DPRD NTB mendorong Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk segara mengumumkan calon sekda definitif.
Sebab berdasarkan informasi, Kementerian Dalam Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menyerahkan nama hasil seleksi ke gubenur.
"Saya dengar nama sekda definitif sudah di meja Pak Gubernur. Jadi harus segara diumumkan," kata Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah kepada Lombok Post, Rabu (11/2).
Disampaikan, tidak ada alasan bagi Gubernur untuk menunda-nunda pengumuman tersebut.
Sebab hal itu akan memperpanjang masa kerja Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal. Padahal dalam waktu dekat Gubernur harus menyampaikan Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD NTB.
"Dan itu sebaiknya koordinasikan bersama Sekda definitif," papar Maman,sapaan karibnya.
Disampaikan, tertundanya penetapan sekda definitif bisa merugikan Pemprov NTB. Sebab sekda sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) punya peran vital dalam mengelola anggaran.
Di sisi lain Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tidak bisa langsung mengeksekusi
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Langkahnya untuk membuat birokrasi berlari di tahun ini terhambat oleh banyaknya jabatan kepala OPD yang lowong.
"Ini kuncinya di sekda. Dan kenapa Pak Gubernur terus-menerus pakai Plh Sekda. Seperti tidak ada orang saja," cetus Maman.
Dia bilang, tanpa sekda definitif birokrasi pemerintahan tidak bisa berjalan efektif. Kondisi itu salah satunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 3,22 persen. Di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 yang tercatat 5,11 persen.
"Ini salah satu akibatnya. Sebagai ketua TAPD, sekda harus bisa berinovasi dalam mencapai PAD," kata Maman.
Menurutnya, siapa pun figur sekda terpilih ke depan, DPRD NTB akan menerima. Karena tidak ada pilihan lain.
Apalagi ini sudah melalui proses panjang sejak dari tim panitia seleksi (pansel) hingga ke pemerintah pusat.
"Karena ini sudah melalui proses panjang. Sudah dipertimbangkan pusat kita berharap sekda yang baru bisa berlari cepat. Agar program-program Pak Gubernur bisa direalisasikan," pungkas politisi PAN itu.
Anggota DPRD NTB lainnya Made Slamet menyampaikan hal senada. Dia mendesak gubernur untuk segera mengumumkan sekda terpilih.
"Jika sudah turun pusat harus segera. Kenapa kok sampai ditunda-tunda," ujar Made.
Disampaikan, dampak dari belum adanya sekda definitif berdampak panjang pada birokrasi di bawahnya. Salah satunya SOTK baru tidak bisa berjalan dengan cepat karena harus menunggu sekda definitif. "Kalau ditunda-tunda terus akan berbahaya bagi efektivitas program Gubernur," ujarnya.
Menurutnya, DPRD sudah memberikan masukan terkait sosok dan kriteria sekda yang ideal. Tapi siapa pun yang terpilih, dewan tidak akan mempersoalkan. Apakah yang bersangkutan berasal dari ASN internal Pemprov atau figur dari luar daerah.
"Sejak awal DPRD sudah memberikan masukan. Kan tidak bisa kalau sekarang DPRD mau tolak di tengah jalan. Karena ini sudah di ujung. Apalagi DPRD sudah memberikan masukan sejak pansel sekda bergulir," paparnya.
Seperti diketahui, pada awal Februari lalu, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal telah menyerahkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB ke pemerintah pusat melalui Sekretaris Negara. Tiga nama tersebut yakni Abul Chair, Ahmad Saufi, dan Ahsanul Khalik.
Iqbal memastikan proses penentuan Sekda NTB definitif tidak akan berlangsung lama. Seluruh tahapan seleksi telah dilalui dan kini penetapan Sekda hanya tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.
Meski demikian, Iqbal belum dapat memastikan siapa kandidat yang akan menduduki jabatan Sekda NTB definitif untuk menggantikan Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal.
Menurutnya, ketiga nama yang masuk tiga besar memiliki peluang yang sama. "Bocoran siapa yang berpotensi? Belum tahu. Kan masih berproses," singkatnya.
Editor : Jelo Sangaji