LombokPost – Faktor anak muda kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih partai politik (parpol). Sebanyak 83,8 persen memilih parpol karena mewakili anak muda.
Fenomena itu terungkap dalam hasil survei nasional bertajuk "Peta Elektoral Januari 2026" yang dirilis Indekstat Research & Data Science.
"Sekarang anak muda menjadi magnet bagi pemilih. Mereka adalah vote getter bagi bagi generasinya," kata Head of Politik Indekstat Konsultan Indonesia Saiful Muhjab, dalam rilis secara dari di Jakarta.
Survei dilakukan selama Januari 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi secara proporsional.
Populasi survei adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki hak pilih. Survei ini memiliki margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen dan dirancang untuk memetakan persepsi publik terkait dinamika sosial dan peta elektoral awal 2026.
Saiful menyampaikan survei berhasil memotret sejumlah perilaku pemilih. Salah satunya soal pertimbangan dalam memilih parpol.
Selain karena faktor anak muda, mayoritas pemilih akan menentukan pilihan karena parpol itu dinilai mempunyai program kerja yang bagus (94 persen), kinerja yang baik di pemerintahan (92 persen).
Bahkan tingkat kehadiran parpol di tengah masyarakat juga menjadi penentu dominan bagi respon, yaitu 90 persen. "Berbagai variabel ini jadi alasan pemilih dalam memilih partai politik," ujarnya.
Menurut Saiful, pilihan masyarakat terhadap partai politik sangat dipengaruhi faktor psikologis.
Sebanyak 48,1 persen responden menyebut faktor tersebut sebagai alasan utama, dengan 27,9 persen di antaranya tertarik pada figur calon yang diusung partai.
Secara nasional, 72,0 persen pemilih mengaku sudah mantap dengan pilihannya.
Tingkat loyalitas tertinggi tercatat pada pemilih PKS (78,5 persen), PDI Perjuangan (77,4 persen), dan Golkar (74,1 persen). Sementara itu, Gerindra dan Nasdem masing-masing memiliki tingkat kemantapan pemilih sebesar 72,3 persen dan 72,2 persen.
Survei nasional Indekstat Research & Data Science juga memotret tingkat elektabilitas calon presiden.
Terkait bursa calon presiden 2029, Prabowo Subianto masih mendominasi dengan elektabilitas tertutup sebesar 48,9 persen.
Ia diikuti Dedi Mulyadi (16,9 persen) dan Anies Baswedan (10,1 persen). Sebanyak 49,7 persen responden menyatakan faktor persona dan kepribadian menjadi pertimbangan utama dalam memilih calon presiden.
"Mayoritas pemilih calon presiden 2029, 47 persen menyatakan faktor personal dan kepribadian calon adalah pertimbangan utama dalam memilih," pungkas Saiful.
Editor : Kimda Farida