PKB, contohnya. Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani mengatakan pihaknya akan mulai membuka bacaleg lebih awal. Yaitu penjaringan akan dimulai April nanti.
"Kami akan melakukan penjaringan Bacaleg dini. Kick off mulai April nanti," kata Lalu Hadrian, Selasa (24/3).
Menariknya, kick off pencalegan dini akan dihadiri langsung Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar.
"Dengan dihadiri ketum, kader akan makin semangat untuk bergerak turun ke masyarakat," ujar Hadrian.
Disampaikan, penjaringan dini dilakukan karena pihaknya memasang target tinggi di Pemilu 2029.
Kursi DPRD NTB, contohnya, ditargetkan naik 6 menjadi 9 kursi. Dengan begitu PKB bisa menempatkan kader dalam jajaran kursi pimpinan DPRD NTB.
Selain itu, kursi DPRD kabupaten/kota juga diharapkan terdongkrak secara signifikan. Minimal setiap kabupaten/kota mendapatkan fraksi utuh. Target lain juga memperbanyak pimpinan DPRD kabupaten/kota.
Saat ini, PKB menduduki kursi pimpinan DPRD di tiga kabupaten. Yaitu DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), DPRD Lombok Tengah, serta DPRD Lombok Barat.
"Kami harapkan nanti ada tambahan kursi pimpinan dewan di Kabupaten Sumbawa dan Dompu," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.
Penjaringan caleg juga segera dibuka oleh PAN. Ketua DPP PAN Muazzim Akbar sudah meminta jajaran DPW PAN NTB untuk melakukan pencalegan dini. Itu juga sesuai dengan imbauan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk diteruskan ke seluruh DPD se-Indonesia. Termasuk di wilayah NTB.
"Rekrutmen bacaleg sejak awal ini memang harus sudah dipersiapkan dari sekarang. Supaya kita bisa mengukur potensi setiap kader dengan rajin turun ke masyarakat," kata Muazzim.
Meski rerekrutan bakal caleg sudah bisa dilakukan, tapi bukan jaminan yang bersangkutan menjadi caleg tetap pada Pemilu 2029. Partai tetap akan melakukan evaluasi secara bertahap.
"Pencalegan dini ini penting untuk mengukur potensi. Saya minta agar PAN juga terbuka untuk semua kalangan dan latar belakang," paparnya.
Berbagai strategi dilakukan untuk mendulang suara di Pileg 2029. Salah satunya dengan mengandalkan relawan TPS. Setiap TPS harus ada satu orang relawan yang akan bekerja hingga 2029.
"Saat ini kami sudah mulai rekrut relawan TPS. Mereka ini jadi ujung tombak suara di tingkat akar rumput," paparnya.
Selain relawan TPS juga melalui penguatan struktur partai. Pihaknya menekankan agar seluruh DPD kabupaten/kota mulai melakukan konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. "Kuncinya jaga kekompakan. Hindari gesekan dan konflik di internal," ujar anggota DPR RI itu.
Sementara itu, Sekretaris DPW NasDem NTB Ardany Zulfikar menyampaikan pihaknya berinisiatif untuk membuka daftar bacaleg mulai tahun ini.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPP melalui Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi. "Bahwa kami mulai open recruitment bacaleg tahun ini," kata Ardany.
Open recruitment bacaleg digelar sejak dini untuk semua tingkatan legislatif. Yaitu DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Harapannya pada akhir 2026 atau Desember nanti sudah muncul gambaran para bacaleg dari Partai NasDem.
Pencalegan dini, jelas dia, bertujuan agar para bacaleg terbiasa mulai melaksanakan kerja-kerja politik di tengah masyarakat.
"Kami akan punya waktu yang cukup untuk menguji loyalitas dan niat baik kader untuk turun menyapa masyarakat NTB," ujarnya.
Menurutnya, pencalegan dini penting dilakukan karena target tinggi yang telah dicanangkan.
Salah satunya menambah perolehan jumlah kursi di DPRD NTB. Dari saat ini berupa fraksi gabungan menjadi fraksi utuh di Pileg 2029.
"Memang ini tidak mudah. Tapi kami yakin bahwa di 2029 nanti pasti kami akan jadi fraksi yang utuh kalau kita bekerja keras dan menyiapkan diri secara matang," imbuhnya.
Untuk merealisasikan hal ini, DPW NasDem NTB akan langsung membentuk tim pencalegan di bawah Bappilu. Tim akan bekerja melakukan penjaringan para bacaleg di berbagai tingkatan.
Nah, para bacaleg pun diminta aktif turun ke bawah.
"Yaitu turun melakukan sosialisasi sejak dini," kata Ardany.
Setelah bacaleg terbentuk, tim akan aktif melakukan pantauan dan evaluasi per semester.
DPW akan mengukur tingkat elektabilitas hingga memantau tingkat keaktifan mereka turun ke masyarakat.
"Apakah mereka aktif bergerak atau tidak nanti akan diketahui. Sehingga kita bisa nilai apakah mereka layak atau tidak diteruskan menjadi caleg definitif. Ini akan terus dievaluasi," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida