LombokPost – Pengelolaan wisata Gili Trawangan memiliki tantangan serius akibat lonjakan sampah yang terus terjadi.
Saat ini produksi sampah harian di destinasi pariwisata internasional itu rata-rata mencapai 18 ribu ton per hari. Bahkan bisa bertambah saat peak season atau masa padat wisatawan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi II DPRD NTB yang membidangi sektor pariwisata.
"Saya melihat pengelolaan sampah belum tertangani dengan baik di Gili Trawanagan," kata Anggota Komisi II DPRD NTB Lalu Arif Rahman Hakim, Rabu (25/3).
Menurutnya, kondisi itu menjadi problem serius karena kawasan itu adalah destinasi wisatawan internasional.
Kondisi serupa tidak hanya di Gili Trawangan. Tapi juga menjadi persoalan serius di Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air).
Tumpukan sampah merusak estetika pariwisata di Gili Tramena. Dampak lingkungannya juga bisa mencemari laut, kesehatan, dan mengganggu habitat flora dan fauna di sekitar gili.
"Ini penting untuk menjaga reputasi pariwisata NTB. Apalagi tiga gili ini masih menjadi andalan dalam kunjungan wisatawan ke NTB. Khususnya wisatawan asing," jelas Arif.
Ia pun mendorong agar Pemprov NTB melakukan terobosan serius dengan mendirikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Fasilitas ini khusus untuk menampung sampah di Gili Tramena. Sehingga sampah dari tiga gili ini tidak diangkut ke darat.
Baca Juga: Destinasi Wisata Prioritas Gili Trawangan Dikepung Sampah, DPR RI Kritik Lambannya Penanganan
"Sebetulnya di sana sudah ada TPTS (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu, Red) yang sudah dibangun Kementerian PU. Tapi belum maksimal fungsinya," jelas Arif.
Nah, untuk melengkapi keberadaan fasilitas tersebut, DPRD mendorong upaya serius dari Pemprov melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Yaitu dengan memberikan dukungan yang pengadaan sarana dan prasarana untuk mengurangi tumpukan sampah di kawasan wisata itu.
"Bagus sekali kalau di sana ada TPA yang dilengkap mesin mixer untuk mencacah ribuan ton sampah yang belum bisa dikelola," papar politisi NasDem itu.
Anggota Komisi II DPRD NTB Salman Alfarizi mendorong Pemprov NTB lebih serius dalam menangangi persoalan sampah.
Upaya itu bisa dilakukan dengan aktif melobi pemerintah pusat agar program waste to energy bisa bergugulir di NTB.
Apalagi, sambung dia, pengembangan pariwisata mendunia menjadi salah satu program unggulan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
"Sehingga kalau hanya mengandalkan APBD saja jelas kita tidak mampu. Perlu terobosan dan inovasi. Sehingga jangan sampai tumpukan sampah mengganggu citra pariwisata di mata wisatawan," ujar politisi PAN itu.
Editor : Kimda Farida