Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mi6 Dorong Figur Selatan Lombok Tengah Maju di Pilkada 2029

Rury Anjas Andita • Senin, 11 Mei 2026 | 12:47 WIB
Mi6 dorong figur selatan Lombok Tengah maju di Pilkada 2029 dan nilai politik Lauk Kawat-Dayen Kawat mulai usang.
Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto.

LombokPost - Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mendorong figur-figur potensial dari wilayah selatan Kabupaten Lombok Tengah berani tampil sebagai calon kepala daerah pada Pilkada 2029.

Mi6 menilai konstruksi sosial-politik “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” yang selama ini mewarnai dinamika politik Lombok Tengah sudah tidak relevan dipertahankan dalam demokrasi modern.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, menegaskan bahwa masa depan Lombok Tengah harus dibangun di atas prinsip kesetaraan kesempatan politik.

Baca Juga: Mahfud MD Prediksi Tidak Ada Pilkada 2029, Begini Penjelasannya

“Sudah saatnya figur-figur dari wilayah selatan Lombok Tengah memiliki keberanian tampil sebagai calon pemimpin utama, bukan lagi sekadar pelengkap komposisi politik,” ujarnya di Mataram, Senin (11/5/2026).

Analis politik yang akrab disapa Didu itu menjelaskan, istilah “Lauk Kawat” selama ini merujuk kawasan selatan Lombok Tengah yang identik dengan wilayah pesisir dan pariwisata, sementara “Dayen Kawat” merujuk kawasan utara yang dikenal sebagai daerah pertanian.

Dalam praktik politik lokal, pembacaan tersebut kerap menjadi formula tidak tertulis dalam menentukan pasangan kepala daerah.

Baca Juga: Mulai Beredar Figur-Figur Potensial Maju Pilkada 2029

“Faktanya, posisi bupati hampir selalu berasal dari Dayen Kawat, sementara Lauk Kawat berada di posisi wakil,” katanya.

Menurut Didu, pola tersebut merupakan realitas politik masa lalu yang lahir dari konstruksi sosial masyarakat pada zamannya. Namun, perkembangan masyarakat saat ini dinilai telah jauh berubah.

Didu menyebut masyarakat kini lebih rasional dalam menentukan pilihan politik. Faktor asal wilayah tidak lagi menjadi pertimbangan utama dibanding kapasitas, integritas, rekam jejak, dan kemampuan memimpin.

“Atas nama demokrasi, tidak boleh ada lagi wilayah yang merasa hanya ditakdirkan menjadi pelengkap kekuasaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dorongan kepada figur selatan Lombok Tengah bukan untuk membangun sekat baru, melainkan menghadirkan ruang politik yang lebih setara dan inklusif.

Menurut Didu, kawasan selatan Lombok Tengah saat ini telah mengalami transformasi besar seiring berkembangnya kawasan ekonomi khusus pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur.

“Selatan hari ini bukan lagi wilayah pinggiran. Pertumbuhan ekonomi baru justru banyak bergerak di sana,” ujarnya.

Baca Juga: Rachmat Hidayat Buka Musancab PDI Perjuangan Kota Mataram, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Selain perkembangan ekonomi, kawasan selatan juga dinilai memiliki modal sosial dan demografis yang cukup kuat untuk melahirkan figur kepemimpinan baru.

Didu juga menilai generasi muda memiliki peluang besar mematahkan pola politik lama yang terlalu bertumpu pada pembacaan geografis. Menurutnya, Pilkada 2029 dapat menjadi momentum lahirnya politik baru yang lebih modern dan berbasis gagasan.

“Generasi muda sekarang lebih melihat kompetensi daripada asal kawasan. Mereka ingin pemimpin yang punya visi dan energi,” katanya.

Baca Juga: Pilkada Lewat DPRD, antara Radio dan Layanan Live Streaming   oleh Arifki Chaniago Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia

Didu menegaskan, Lombok Tengah membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan sosial-ekonomi secara cepat, terutama di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tantangan ke depan, kata dia, meliputi urbanisasi, investasi, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Daerah ini membutuhkan pemimpin dengan perspektif baru, mampu menjaga harmoni sosial sekaligus membawa Lombok Tengah melompat lebih maju,” ujarnya.

Ia menilai, semakin banyak figur potensial yang tampil dalam Pilkada justru akan memperkaya kualitas demokrasi dan menghadirkan kompetisi politik yang lebih sehat.

“Demokrasi yang baik adalah ketika semua orang merasa memiliki kesempatan yang sama,” pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Mi6 #figur selatan #Pilkada Lombok Tengah 2024 #Lombok Tengah #pilkada 2029