LombokPost – Peluang tokoh baru untuk memimpin Partai Demokrat NTB terbuka lebar.
Sinyalemen itu disampaikan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam pertemuannya dengan jajaran ketua DPC Demokrat di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Selasa lalu (5/5).
Bagaimana sikap para kader? Wakil Ketua I DPD Demokrat NTB Syamsul Fikri mengaku tidak kaget dengan pernyataan petinggi Demokrat itu. Ia mengatakan tidak masalah jika DPP memilih kader baru untuk memimpin Demokrat NTB.
"Saya kira pernyataan Pak Sekjen (Herman Khaeron, Red) adalah hal lumrah dalam politik. Bahwa Demokrat sangat welcome dengan tokoh baru," kata Syamsul Fikri, Senin (11/5).
Baca Juga: DPP Buka Peluang Tokoh Baru Pimpin Demokrat NTB, Sekjen Minta Kader Lama Tak Merasa Terancam
Menurutnya, siapa pun bisa masuk menjadi kader Demokrat. Bahkan setelah mengantongi kartu tanda anggota (KTA), bisa langsung mencalonkan diri sebagai ketua DPD.
Asalkan mengantongi dukungan minimal 20 persen pemilik suara.
"Rencana musda masih bergulir. Siapa pun tokoh yang dicalonkan sah-sah saja. Asalkan yang terpenting dia sudah punya KTA," ujar Fikri.
Disampaikan, suksesi kepemimpinan partai di daerah sangat tergantung DPP. Khususnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sebab ketua umum, jelas dia, memiliki hak veto yang menentukan jalannya kepemimpinan di DPD dan DPC.
Baca Juga: Demokrat Disarankan Lirik Figur Dengan Mesin Politik Strategis
"Meskipun nanti ada tokoh baru, tapi dia paham bagaimana membesarkan partai dan paham kemauan kader, kenapa tidak (menjadi ketua DPD Demokrat NTB, Red). Itu bisa saja," cetusnyanya.
Meski demikian, pihaknya tidak mengetahui siapa sosok tokoh baru yang dimaksudkan itu. Yang pasti, sambung Fikri, dirinya akan tetap maju mencalonkan diri sebagai ketua DPD Demokrat NTB dalam musda mendatang.
"Yang pasti saya akan tetap maju. Mungkin kader-kader lain juga siap maju," ungkap Anggora DPRD NTB itu.
Selain Syamsul Fikri, kader internal lainnya yang siap mencalonkan diri adalah anggota DPRD NTB Raden Rahadian Soedjono.
Juga Ketua DPC Lombok Timur (Lotim) Amrul Jihadi yang mengklaim sudah mengantongi dukungan tujuh DPC dari 10 DPC se-NTB. Figur lainnya adalah Wali Kota Bima A Rahman alias Aji Man.
Baca Juga: Kaesang Lantik Pengurus DPW dan DPD PSI se-NTB Hari Ini, Ada Mantan PDIP, NasDem, Demokrat dan PPP
Raden Rahadian Soedjono juga mengaku tidak tahu menahu siapa tokoh baru yang dimaksud Sekjen Herman Khaeron. Tapi prinsipnya, kader Demokrat legowo jika itu menjadi keputusan DPP.
"Kalau itu untuk kebaikan partai saya kira kader akan patuh dan loyal," kata Rahadian.
Meski demikian, sama dengan Syamsul Fikri, Raden Rahadian Soedjono juga mengaku siap maju dalam suksesi ketua DPD Demokrat NTB. "Intinya saya sebagai kader siap kalau diperintah oleh partai," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD NTB itu.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr Agus mengatakan Partai Demokrat NTB memang membutuhkan figur kuat untuk mengangkat suara partai secara signifikan.
Jika tidak bisa menjadi pemenang, miminal bisa masuk dalam empat besar perolehan kursi di DPRD NTB pada Pileg 2029. Sehingga bisa menduduki kursi pimpinan dewan periode mendatang.
Tapi target itu tidak mudah. Selain karena kompetisi ketat antarpartai, juga salah satunya karena kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat NTB boleh jadi berkurang karena kasus hukum yang membelit eks Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman atau IJU dalam kasus dana "siluman" DPRD NTB.
Baca Juga: Empat Figur Ini Masuk Bursa Ketua Demokrat NTB, Siapa Saja?
Oleh karena itu, saya kira DPP Demokrat akan hati-hati memilih figur dengan kriteria yang paling utama. Yaitu sosok tersebut harus clean and clear terkait dengan isu korupsi.
"Juga harus tokoh kuat. Bisa saja dari kalangan ormas besar. Seperti NU, Muhammadiyah atau NW," jelas Agus.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan pihaknya terbuka bagi tokoh baru yang ingin berkontribusi membesarkan partai di NTB.
Itu ditegaskan oleh dalam kunjungannya ke Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Selasa lalu (5/5).
Baca Juga: Jelang Musda, Calon Ketua DPD Demokrat NTB Mulai Gerilya Cari Dukungan
"Kalau ada tokoh hebat ingin bergabung, kami buka pintu selebar-lebarnya. Para kader lama jangan merasa terancam," kata Herman Khaeron di hadapan para kader Demokrat.
Disampaikan, Demokrat adalah partai terbuka kepada siapa saja yang memiliki visi dan perjuangan yang sama. Demokrat merangkul keragaman identitas dan bersikap inklusif terhadap berbagai kalangan masyarakat. Hal ini bertujuan menyatukan berbagai aspirasi demi keadilan dan kesejahteraan rakyat. "Sehingga
Kita komitmen untuk membangun kekuatan dari akar rumput," ujar Herman.
Editor : Kimda Farida