LombokPost – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meninjau ruang kelas yang ambruk di SMAN 7 Mataram, Jumat (22/5). Ia memastikan fasilitas ruang belajar itu akan segera direvitalisasi tahun ini.
"Saya jamin pasti akan dapat revitalisasi. Baik kelas yang ambruk itu maupun kelas di sebelahnya karena kondisinya mengkhawatirkan," kata Hadrian.
Disampaikan, ruang kelas yang ambruk memang bangunan lama yang dibangun sejak 2006.
Artinya sudah berusia 20 tahun. Sehingga struktur bangunan sudah seharusnya dilakukan rehabilitasi fisik. Tapi keburu ambruk pada Selasa lalu (19/5) sekitar pukul 12.30 Wita.
Baca Juga: Bangunan Kelas Swadaya Berusia 20 Tahun Roboh, Atap SMAN 7 Mataram Ambrol Tiba-Tiba
Hadrian mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemprov melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB. Dan segera mengusulkan revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bukan hanya dua ruang kelas saja. Tapi juga satu ruang perpustakaan di sebelahnya. Mengingat ketiga ruangan tersebut berada dalam satu struktur bangunan yang sama.
Seluruh ruangan di area tersebut kini ditutup total untuk mengantisipasi ambruk susulan.
Apalagi berdasarkan hasil penilaian pihak PUPR Perkim NTB, bangunan yang ada disekitarnya sudah mulai mengalami kemiringan di bagian atap.
Baca Juga: Atap Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk, Empat Siswa Sempat Terjebak
Sehingga untuk menghindari insiden serupa perbaikan harus segera dilakukan.
"Saya bersama Pak Gubernur (Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Red) dan Kadisdikpora (Syamsul Hadi, Red) segera mengusulkan ke Mendikdasmen untuk mendapat revitalisasi," terangnya.
Hadrian optimistis perbaikan fasilitas belajar mengajar itu akan segera dikerjakan tahun ini.
Bahkan ia mendorong agar perbaikan fisik sudah bisa dikerjakan mulai Juni nanti. Mengingat SMAN 7 Mataram mengalami keterbatasan ruang kelas. Apalagi menjelang penerimaan siswa baru 2026 yang sudah di depan mata.
"Tentu kami para pemangku kebijakan bidang pendidikan harus memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi siswa kita dalam melaksanakan proses belajar mengajar," pungkas politisi PKB itu.
Baca Juga: SMAN 7 Mataram Pulihkan Trauma Siswa Pascaatap Ambruk, Terapkan Double Shift dan Trauma Healing
Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram Ridha Roslina mengapresiasi kunjungan Lalu Hadrian Irfani sebagai wakil ketua Komisi X DPR RI yang datang lansung ke sekolahnya.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kedatangan Mamiq Hadrian ke sekolah kami. Harapan kami, bukan hanya ruang kelas yang ambruk yang direvitalisasi tapi keseluruhan ruangan yang sudah diasesmen oleh Dinas PUPR Perkim," ujarnya.
Ridha membenarkan bahwa ruangan yang ambruk itu dibangun tahun 2006. Saat itu sumber pendanaan dari komite sekolah. Bukan dari dana bantuan pemerintah.
Dorongan DPRD NTB
Insiden robohnya dua ruang kelas SMAN 7 Mataram menjadi perhatian serius DPRD NTB.
Anggota Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan pendidikan Didi Sumardi mengatakan insiden itu harus menjadi evaluasi dan refleksi serius oleh Disdikpora NTB.
Baca Juga: Atap Dua Ruang Kelas Ambruk di SMAN 7 Mataram, Pemprov NTB Turun Tangan
"Ini harus menjadi concern Pak Kadispora agar melakukan evaluasi terhadap keseluruhan kondisi gedung. Ini pembelajaran bagi kita ke depan jangan pernah terjadi lagi," kata Didi.
Ia mendesak Disdikpora untuk mengevaluasi secara menyeluruh bangunan seluruh SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangannya.
Khususnya bangunan-bangunan yang sudah berusia belasan hingga puluhan tahun. Ini untuk menghindari kejadian serupa berupa robohnya gedung bangunan sekolah.
"Setiap bangunan sekolah harus mendapat perhatian untuk memberi rasa aman bagi siswa dan guru di sekolah," jelas politisi senior Partai Golkar itu.
Anggota Komisi V lainnya Made Slamet mengatakan bukan hanya bangunan lama yang mengkhawatirkan. Bangunan relatif baru yang dikerjakan secara swakelola juga harus menjadi atensi.
Bukan rahasia lagi bahwa beberapa pemborong mengerjakan proyek dengan asal-asalan. Tanpa mengutamakan kualitas dan kekuatan gedung.
"Yang kita khawatirkan ini banguan bertingkat. Komisi V beberapa kali dapat laporan bangunan proyek miring," ungkap Made.
Pihaknya mendorong Disdikpora NTB untuk mengecek kondisi bangunan sekolah secara teliti. Jangan sampai insiden pilu di SMAN 7 Mataram terulang lagi. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida