Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukungan ke PWNU NTB Terus Mengalir sebagai Calon Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU 

Umar • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir didampingi Katib Syuriah PWNU NTB Prof Adi Fadli, Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi serta jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, dan Banom dalam konsolidasi persiapan Muktamar ke-35 NU, Rabu malam (24/6).
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir didampingi Katib Syuriah PWNU NTB Prof Adi Fadli, Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi serta jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, dan Banom dalam konsolidasi persiapan Muktamar ke-35 NU, Rabu malam (24/6).

LombokPost – Setelah resmi dinyatakan sebagai calon tuan rumah Muktamar ke-35 NU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB terus melakukan persiapan. Kesiapan itu diwujudkan dengan konsolidasi menyeluruh yang dipimpin langsung Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir, Rabu malam (24/6). 

Momen konsolidasi yang digelar di Kantor PWNU NTB, Kota Mataram, itu juga dihadiri jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, lembaga dan badan otonom (Banom). "PWNU NTB siap lahir batin menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU," kata Prof Masnun. 

Selain kesiapan internal, dukungan dari PWNU lain di Indonesia juga terus mengalir. Mereka berharap PWNU NTB bisa menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. "Hingga hari ini (kemarin, Red) sudah ada beberapa PWNU yang mengirim dukungan tertulis ke kami," ujar Masnun. 

Baca Juga: NTB Calon Kuat Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Begini Persiapan PWNU NTB 

Disampaikan, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi NTB dalam upaya menjadi tuan rumah forum tertinggi organisasi Nahdliyin tersebut. Menurutnya, kesiapan NTB tidak hanya mencakup aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput. 

"Dukungan dari pemerintah seperti Pak Gubernur (Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Red) dan para Bupati/Wali Kota juga menguatkan tekad dan semangat kami," imbuh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu. 

Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi merasa optimistis bahwa NTB akan ditunjuk oleh PBNU sebagai tuan rumah muktamar. Optimisme itu muncul dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu-Senin lalu (20-22/6).

Baca Juga: PWNU NTB Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

"Saat itu mayoritas PWNU peserta Munas mendukung NTB jadi tuan rumah muktamar. Jadi gaungnya sudah terasa sejak di Munas," ungkapnya. 

Daud menyebut sekitar 60 persen PWNU di Indonesia mendukung peran NTB sebagai tuan rumah. Saat ini, PWNU NTB masih menunggu keputusan PBNU terkait penetapan lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Namun, arus dukungan yang terus bertambah diyakini akan memperkuat posisi NTB sebagai salah satu kandidat kuat tuan rumah agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. "Jadi tinggal menunggu bagaimana keputusan PBNU saja," ujar Daud. 

Baca Juga: PWNU NTB Usulkan Datok Bagu Jadi Anggota AHWA PBNU

Diketahui, ada lima calon kandidat tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 1-6 Agustus 2026. Selain PWNU NTB, ada juga Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat. 

PBNU akan membentuk tim khusus peninjauan terhadap sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah muktamar. "Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat ini," jelas Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. 

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026 Prof Mohammad Nuh menjelaskan bahwa Munas dan Konbes tahun ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari persiapan Muktamar ke-35 NU. 

Baca Juga: PWNU NTB Tegakkan Netralitas dan Rangkul Semua Kubu

Disampaikan, PBNU akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan dan kajian terhadap daerah-daerah sebelum ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan. "Yang sudah menyiapkan diri ada NTB, Jawa Timur, DKI (DKI Jakarta, Red), Jawa Barat dan Sumatera Barat," ungkap Nuh. 

Disampaikan, ada empat aspek utama yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi muktamar.

Pertama, kelayakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan forum organisasi terbesar di lingkungan NU itu. Kedua, aspek keamanan.

Menurutnya, muktamar harus diselenggarakan di lokasi yang mampu menjamin keamanan peserta serta memastikan seluruh proses persidangan berlangsung tertib.  

Baca Juga: Konflik Selesai, Struktur Tidak Berubah, Pelaksanaan Muktamar Tunggu Keputusan Rais Aam

Pertimbangan ketiga, adalah kesiapan finansial daerah penyelenggara. Keempat, yaitu aspek spiritual yang selama ini menjadi salah satu ciri khas dalam pengambilan keputusan penting di lingkungan NU.

 

Editor : Kimda Farida
#NAHDLATUL ULAMA (NU) #PBNU #PWNU NTB #Muktamar Ke 35 NU #Provinsi NTB