Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fraksi Golkar Nilai Kinerja Keuangan Pemkot Mataram Menguat, Surplus Operasional Naik Hampir 79 Persen

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 29 Juni 2026 | 14:19 WIB
Zihani Ilman Fayadi
Zihani Ilman Fayadi

 

LombokPost - Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram menilai kondisi keuangan Pemerintah Kota Mataram selama Tahun Anggaran 2025 menunjukkan tren yang semakin kuat. Hal itu terlihat dari meningkatnya surplus operasional, besarnya nilai aset daerah, hingga posisi ekuitas yang terus bertambah dibandingkan tahun sebelumnya.

Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kota Mataram Zihani Ilman Fayadi mengatakan, laporan operasional pemerintah daerah menunjukkan pendapatan operasional mencapai Rp2,268 triliun atau meningkat 17,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pendapatan operasional sebesar Rp2,26 triliun, naik sebesar 17,46 persen dibanding tahun lalu," kata Zihani dalam rapat paripurna DPRD Kota Mataram, Senin (29/6/2026). 

Di sisi lain, beban operasional pemerintah juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,771 triliun. Meski demikian, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi membuat surplus operasional meningkat secara signifikan.

"Surplus operasional sebesar Rp497,12 miliar, naik sebesar 78,90 persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

Fraksi Golkar juga mencatat surplus laporan operasional mencapai Rp494,76 miliar setelah memperhitungkan defisit nonoperasional yang bersumber dari penghapusan aset nonlancar.

Selain laporan operasional, Fraksi Golkar menyoroti kondisi neraca Pemerintah Kota Mataram yang menunjukkan nilai aset terus bertambah. Hingga akhir 2025, total aset pemerintah daerah tercatat mencapai Rp4,707 triliun.

Aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp365,20 miliar, investasi jangka panjang Rp190,27 miliar, aset tetap Rp3,860 triliun, aset lainnya Rp277,37 miliar, serta properti investasi sebesar Rp14,24 miliar.

"Total aset sebesar Rp4,7 triliun lebih," tutur Zihani.

Sementara itu, jumlah kewajiban pemerintah daerah tercatat sebesar Rp105,84 miliar yang seluruhnya merupakan kewajiban jangka pendek. Adapun nilai ekuitas pemerintah daerah mencapai Rp4,601 triliun.

Dalam laporan arus kas, Fraksi Golkar juga mencatat adanya kenaikan bersih kas selama 2025 sebesar Rp83,35 miliar. Saldo akhir kas di fungsi perbendaharaan mencapai Rp249,95 miliar, sedangkan saldo akhir kas keseluruhan tercatat sebesar Rp250,12 miliar.

Menurut Fraksi Golkar, berbagai indikator tersebut menunjukkan fondasi keuangan Pemerintah Kota Mataram masih terjaga dengan baik sepanjang 2025. Kendati demikian, pengelolaan keuangan daerah tetap perlu ditingkatkan. "Agar pertumbuhan pendapatan dan surplus yang dicapai dapat diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan," ucapnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#laporan oprasional pemkot mataram 2025 #total aset equitas daerah #paripurna lpj apbd #Pemkot Mataram