Disampaikan Yahyaddin, acara yang digelar pada Jumat (23/2) lalu tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen Poltekpar Lombok dengan Istitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk bekerjasama meningkatkan pariwisata. Sebelumnya, Poltekpar Lombok juga telah melakukan pendampingan dan pemberdayaan usaha jasa makanan dan penginapan terhadap warga. Khususnya yang berada di sekitar kawasan Tahura Nuraksa.
“Masyarakat melakukan praktek pertamanya dengan menjual produk hasil training oleh beberapa dosen Poltekpar Lombok beberapa waktu lalu,” ujar Yahyaddin.
“Kali ini, kami mengerahkan food truck bersama beberapa mahasiswa dari Program Studi Tata Hidang, untuk memberikan aneka hidangan kepada para tamu undangan. Sekaligus mempromosikan Kampus Poltekpar Lombok,” lanjutnya.
Janti Gunawan, dosen manajemen bisnis ITS menambahkan, acara Pre-Launching Pusat Wisata Edukasi Lingkungan dan Desa Proklim ini juga membuka pameran-pameran gerai organik, budidaya cacing, inovasi sampah plastic, biogas, dukungan usaha PLUT, pameran UKM serta demo pembuatan minum dari mahasiswa Poltekpar Lombok. Dengan mengundang sekitar 200 warga dan 98 lembaga maupun organisasi wisata terkait. Meliputi dinas pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat.
“Dengan undangan sebanyak itu, kami ingin mensosialisasikan wilayah ini sebagai tempat untuk wisata edukasi lingkungan ITS. Karena kami butuh dukungan dan masukan dari orang-orang yang memang memiliki latar belakang di bidang pariwisata,” jelasnya.
Untuk diketahui, The Forest Café and Camps yang akan menjadi lokasi wisata edukasi lingkungan ITS ini ke depannya akan menjadi tempat berlatih wirausaha bagi para pemuda dan pemudi desa, maupun magang mahasiswa ITS dan Poltekpar Lombok. sehingga dapat lebih sensitif terhadap kearifan lokal. Sekaligus memppekerjakan masyarakat lokal. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan semua pihak dapat memperoleh manfaatnya. (eka)
Editor : Administrator