“Khususnya menyangkut persiapan kita menghadapi MotoGP di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” terang Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja, Kamis (24/2).
Hal itu disampaikannya saat membuka bimtek kepariwisataan di Longtun Waterpark, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang. “Sebelumnya kami juga telah menyasar TNI-Polri dan para pedagang kaki lima (PKL),” lanjut Hery.
Berikutnya, kembali menyasar para pelaku pariwisata yang bergerak di bidang sarana hunian pariwisata (sarhunta). Ditambah lima desa wisata di NTB.
Dikatakannya, satu tujuan dari kegiatan itu semua yakni, bagaimana sumber daya manusia yang ada mampu menjawab perkembangan pariwisata. Terutama MotoGP.
“Agar pariwisata kita maju, maka perlu kita memahami apa itu hospitality,” sambung Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekpar Lombok Amirosa Ria Satiadji, di tempat yang sama.
Dijelaskan, kata hospitality itu adalah keramah tamahan. Jadi, sebagai tuan rumah MotoGP yang baik, maka warga di mana pun berada diharapkan murah senyum, sapa dan salam.
Harus memberikan kesan positif bagi siapa pun yang datang. Sehingga mereka yang datang merasa nyaman dan berkesan.
Agar warga tahu, maka itulah peran media. Yakni membantu pemerintah dan pelaku pariwisata mempublikasikan hal-hal positif, konstruktif dan visioner. Sehingga warga ikut bergerak mendukung dan mensukseskan pembangunan pariwisata.
Senada disampaikan Ketua Unit Balai Bahasa Poltekpar Lombok Endang Sri Wayhuni. Dia menambahkan, mau tidak mau warga NTB sebagian besar harus memahami Bahasa Inggris. Karena NTB kedepannya menjadi provinsi yang mendunia setelah adanya sirkuit Mandalika.
“Salah satunya, kalangan awak media. Walau dasarnya saja, tapi yang penting memahami,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, satu per satu awak media menunjukkan kebolehannya menggunakan Bahasa Inggris dasar. Dari cara perkenalan hingga menyebutkan angka. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita