“Jumat (10/6), kita akan gelar senam pagi di Pantai Kuta,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng H Nasrun pada Lombok Post, Selasa (7/6).
Kegiatan tersebut, dibarengi dengan bersih-bersih pantai. Sekaligus meyakinkan wisatawan bahwa Pantai Kuta sudah bisa dikunjungi. “Hanya saja, wajib menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.
Sementara objek-objek wisata lain di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi tanggung jawab ITDC. Kata dia, seluruh objek wisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna dipastikan akan dibuka secara bertahap. “Tinggal menunggu waktunya saja,” tambahnya.
Sementara objek wisata yang dikelola pemerintah desa dipersilakan menyesuaikan. Seperti Desa Rambitan, per 1 Juli lalu telah membuka objek wisata Dusun Sade. “Kami berharap, roda ekonomi masyarakat kembali bergerak. Terutama hotel dan restoran,” papar Asisten II Setda Loteng tersebut.
Karena sejak pandemi, pendapatan asli daerah (PAD) dari hotel dan restoran kosong. Jika tidak cepat diselamatkan, dikhawatirkan akan mengganggu usaha mereka.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Loteng H Ikhwan Sutrisno mengatakan, belum ada dampak positif setelah dibukanya beberapa objek wisata di Loteng. Itu artinya, pemerintah dan pelaku wisata perlu melakukan promosi ulang.
Semua pihak harus bisa meyakinkan wisatawan bahwa objek-objek wisata aman dari covid-19. Kasusnya sama seperti promosi tahun 2018-2019 pascagempa. “Mohon ini menjadi perhatian kita semua,” harapnya. (dss/r5) Editor : Administrator