Dari jumlah itu Rp 42 miliar untuk guru dan Rp 24 miliar untuk tenaga kesehatan. Baik bidan maupun perawat, dan atau tenaga kesehatan lain. Sisanya, untuk kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. “Anggaran itu, wajib tercantum dalam APBD murni tahun 2021 mendatang,” paparnya.
Dia menegaskan, pemkab tidak boleh menghapus apalagi menguranginya. “Covid-19, bukan menjadi alasan,” tegasnya.
Jika mengabaikan program kerja Komisi IV, pihaknya memastikan akan melakukan perlawanan keras. Karena anggaran untuk guru dan tenaga kesehatan, menjadi hal penting. “Kami juga mengalokasikan anggaran pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemuda,” ujar Supli dihadapan anggota Komisi IV DPRD Loteng Hj Nurul Adha, Sri Retnowati dan Yasir Amrillah.
Harapannya, tahun depan menjadi kebangkitan ekonomi. “Khusus pemuda, kami siapkan dana hibah Rp 100 juta,” sambung anggota Komisi IV DPRD Loteng Yasir Amrillah.
Ketua Karang Taruran Kecamatan Pujut Sri Anom Putra Senjaya menambahkan, sebenarnya pemuda bisa berkreasi dan berinovasi sendiri, guna menghasilkan anggaran. Tanpa harus meminta-minta ke pemerintah, dewan atau pihak ketiga. “Sekarang tergantung kita, mau apa tidak, bisa apa tidak,” sindirnya. (dss/r5) Editor : Administrator