“Kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan negara-negara di dunia,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng H Saman, Sabtu (13/3/2021).
Dia menyebut, para perajin siap bersaing menghasilkan karya terbaik di MotoGP dan Superbike di Sirkuit Mandalika. “Mereka sudah mendapatkan pelatihan dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA),” ujarnya.
Dia menerangkan, anak perusahaan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang bertanggung jawab dalam pembangunan sirkuit dan urusan teknik balapan MotoGP itu, telah membuat perajin lebih andal dan mumpuni.
“Saya berharap, tujuh produk unggulan itu ditampilkan juga di e-tourism,” ujar Saman.
Kata dia, intinya e-tourism atau Go Mandalika tidak saja berbicara objek pariwisata. Melainkan, pengembangan pariwisata secara keseluruhan.
Salah satunya, bidang yang ditangani Disperindag Loteng. “Ada 500 perajin di NTB yang sudah dilatih MGPA. 100 perajin diantaranya dari Loteng,” kata Plt Asisten I Setda Loteng Murdi, terpisah.
Kata dia, mereka itulah yang akan menyiapkan produk-produk unggulannya masing-masing. Baik MotoGP maupun Superbike. Sehingga dari sekarang mereka sudah mempersiapkan diri.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengatakan, Valentino Rossi, Dani Pedrosa, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo dijadwalkan akan tampil di sirkuit Mandalika Oktober mendatang. Itu artinya, ada 150 ribu penonton dari berbagai negara di dunia yang datang. “Mereka pasti butuh air minum, butuh daun pisang untuk nasi bungkus,” kelakar Pathul.
Untuk itulah, pihaknya meminta warga mempersiapkan segala kebutuhan yang ada. Dari hal yang terkecil, hingga hal yang terbesar. (dss/r5)
Editor : Baiq Farida