“Kantor PCNU ini menjadi kali pertama di Indonesia yang saya resmikan,” kata pria yang sering disapa Gus Yahya saat kunjungan singkatnya ke kantor PCNU Loteng, Sabtu (25/2).
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut merasa senang dan bangga melihat kemegahan kantor PCNU Loteng. Hanya saja, pihaknya ingin kemegahan itu harus dibarengi dengan banyaknya kegiatan-kegiatan positif yang dijalankan PCNU Loteng. “Baik fisik maupun non fisik,” harapnya.
Sehingga keberadaan NU di Loteng benar-benar dirasakan manfaatkan oleh masyarakat. “Kantor PCNU ini sebagai kado satu abad NU,” sambung Ketua PCNU Loteng HL Pathul Bahri di tempat yang sama.
Seharusnya, kata Pathul, kantor PCNU Loteng sudah berdiri sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Namun, karena keterbatasan dan kekurangan, maka tidak pernah terealisasi. Sehingga, mulai tahun lalu hingga sekarang dibangunlah kantor PCNU Loteng dengan konsep dua lantai.
Pantauan Lombok Post, lantai satu masih tahap finishing atau belum 100 persen rampung. Begitu pula lantai dua belum digarap sama sekali. Termasuk halaman kantor hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya. “Saya menargetkan tahun ini semuanya tuntas,” kata Bupati Loteng tersebut.
Anggaran pembangunan kantor PCNU itu sendiri bukan datang dari satu atau dua orang saja. Melainkan, sebagian besar dari nahdiyin yang tersebar di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna. Termasuk, sumbangan-sumbangan sukarela dari warga pada umumnya. “Semoga dicatat sebagai amal ibadah,” kata Pathul. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita