"Masih banyak warga kita di Loteng belum menjadi peserta JKN-KIS," ucap Kepala Cabang BPJS Kesehatan Selong Gusti Catur Wiguna dalam media gathering di Sima Hotel Kuta, Loteng, Kamis (15/6).
Dijelaskan, kepesertaan JKN-KIS didominasi oleh APBN yaitu masyarakat yang didaftarkan melalui anggaran pemerintah pusat sebanyak 649.258 jiwa. Kepesertaan dari APBD mencapai 94.783 jiwa dan dari pekerja penerima upah (PPU) mencapai 141.437 jiwa.
"Segmen PPU ini terdiri dari pekerja kontrak, pegawai negeri, pekerja di badan usaha," tambahnya.
Catur mengingatkan, program JKN-KIS merupakan hak bagi para pekerja sehingga seluruh perusahaan diharapkan segera mendaftarkan pekerjanya agar ter-cover JKN-KIS. Sebab, JKN adalah milik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini adalah gotong royong semua pihak, BPJS hanya mengelola dan pihak-pihak lain membagi tugas untuk melayani, misal rumah sakit, semua ada perannya masing-masing," kata Catur.
Mengenai perkembangan fasilitas kesehatan (faskes) di Loteng yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebanyak 47 faskes. Untuk puskesmas sebanyak 28 unit, klinik sebanyak enam unit, dokter praktik perseorangan sebanyak sembilan unit dan dokter gigi sebanyak empat unit.
"Sementara untuk rumah sakit, yang tipe C ada dua unit, dan tipe D ada dua unit," imbuhnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita