Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Mainkan Handphone sambil Tiduran, Remaja di Lombok Tengah Tewas Terbakar

Administrator • Kamis, 3 Agustus 2023 | 22:14 WIB
JADI PELAJARAN: Sahnun didampingi Kapolsek Praya Tengah Iptu Prayitno menunjukkan foto almarhum Rian Adriansyah semasa hidup di rumah duka Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Loteng, Kamis (3/8). Foto: Dewi/Lombok Post.
JADI PELAJARAN: Sahnun didampingi Kapolsek Praya Tengah Iptu Prayitno menunjukkan foto almarhum Rian Adriansyah semasa hidup di rumah duka Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Loteng, Kamis (3/8). Foto: Dewi/Lombok Post.
PRAYA-Duka mendalam dirasakan keluarga Sahnun, warga Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng). Putranya, Rian Adriansyah ditemukan tewas terbakar di dalam kamar, Kamis pagi (3/8).

Kuat dugaan, remaja kelas dua madrasah aliyah ini meninggal dunia akibat bermain handphone saat sedang diisi daya atau dicharger. Saat kejadian, posisi korban diperkirakan tengah berbaring.

"Saya buka pintu kamarnya, penuh asap di dalam," tutur Sahnun di rumahnya, Kamis (3/8).

Sebelumnya, sang ibu sempat membangunkan Rian untuk salat Subuh dengan mengetuk pintu kamarnya. Berulang kali dipanggil, Rian tak kunjung menyahut. Padahal biasanya sebelum azan Subuh remaja 16 tahun ini selalu bangun sendiri.

"Ibunya panggil saya, saya panggil lagi anaknya, tidak ada suara apa pun, sepi," lanjutnya.

Lantaran pintu kamar dikunci, Sahnun lantas mencari kunci cadangan. Ketika dibuka, kepulan asap keluar dari kamar dan suasana kamar gelap gulita disertai bau gosong. Ia pun kaget mendapati sang anak sudah tak bernyawa dengan posisi telentang dan sebagian besar badan hangus terbakar.

"Kasurnya habis, buku-buku pelajaran jadi abu. Anak saya begitu (terbakar, red) dan di ujung tangan bagian tengah tinggal tulang saja," kata Sahnun sambil menahan air matanya.

Bapak beranak tiga ini mengaku, tidak mencium bau gosong atau suara ledakan di malam hari atau menjelang Subuh. Sebab, posisi kamar anak dengan kamarnya terpisah dan berjarak belasan meter. "Kamar anak di sini (atas, red) kamar saya di luar bagian bawah," imbuhnya.

Kapolsek Praya Tengah Iptu Priyatno yang berada di rumah duka membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diduga pada malam hari korban sedang memainkan handphone sambil tiduran yang posisi handphone sedang dicharger.

"Sehingga pada saat dimainkan, handphone panas, kemudian meledak. Yang lalu membakar tubuhnya, kasur berbahan kapuk, dan buku-buku pelajaran," katanya.

Dari laporan anggota polisi yang dating ke rumah duka pukul 07.00 Wita, kondisi korban ditemukan dengan wajah terbakar. Tangan mengelupas hingga sebagian kulit pinggangnya terkelupas. "Otopsi tidak kita lakukan, karena pihak keluarga sudah menerima dan menganggap ini adalah musibah," terangnya.

Dengan kejadian ini, kepolisian mengimbau kepada siapa saja yang gemar bermain handphone tidak lagi melakukan sambil dicharger. "Apalagi kita sambil tiduran dengan teleponan atau video call. Kejadian ini jadi pelajaran," pesannya.

Pantauan Koran ini, rumah duka dipenuhi pelayat desa setempat. Sang ibu pun merasa terpukul dan beberapa kali sempat tak sadarkan diri ketika mengetahui anaknya ditemukan tak bernyawa. "Jenazah disalatkan di masjid kampung, kemudian bakda salat Asar dimakamkan," kata Priyatno. (ewi/r10) Editor : Administrator
#Lombok Tengah #Pengadang #tewas #Main Handphone