LOMBOKPOST-Perumdam Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) butuh aksi konkret yang dilakukan Pemkab Loteng dalam mendukung pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Salah satunya, menggelontorkan program yang penganggarannya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang berkorelasi dengan Perumdam Tiara Loteng.
"Agar kesannya tidak selalu PDAM minta uang, minta uang. Ini kan tidak, bentuk konkret ya bisa soal jaringan air melalui Dinas PUPR atau OPD lain yang berkorelasi dengan kami," ucap Direktur Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, Kamis (23/11).
Bambang tegaskan, Perumdam tak butuh uang sebab untuk kegiatan operasional sehari-hari masih mampu. Namun, untuk membangun infrastruktur yang berskala besar tidak mesti harus PDAM yang diberikan anggaran. "Yang nanti ketika jaringan airnya sudah jadi baru diserahkan ke kami (Perumdam, red)," timpalnya.
Ia menjelaskan, satu sisi pelayanan air bersih menjadi program nasional pemerintah pusat. Artinya, persoalan air bersih harus bisa menjadi atensi, mengingat selain persoalan air baku yang terjadi penurunan. Namun disatu sisi, kondisi infrastrukturnya tidak mendukung. Sementara permintaan masyarakat akan kebutuhan air bersih semakin meningkat.
Sehingga wajar saja jika Perumdam Tiara menilai belum ada perhatian yang fokus dari pemerintah tentang pelayanan air bersih. "Air bersih ini merupakan persoalan dasar kita dan pemerintah punya tanggung jawab dengan membentuk Perumdan sebagai pelaksana atau operator dalam memberikan pelayanan air bersih," beber Bambang.
Dikatakan, ada dua fungsi yang dimiliki Perumdam Tiara yakni layanan publik dan orientasi keuntungan. Kondisi saat ini, Perumdam terus dicecar sejauh mana memberikan deviden kepada pemerintah daerah.
"Meski memang itu menjadi kewajiban PDAM dengan adanya aturan terbaru, tapi yang paling penting soal layanan publiknya karena ini tanggung jawab pemerintah," ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya menuturkan, berbagai kontribusi sudah diberikan oleh Pemkab Loteng kepada Perumdam Tiara. Mulai dari adanya SPAM Mandalika, hingga pemda berikhtiar untuk melakukan revitalisasi SPAM-SPAM. Walau diakui anggarannya bersumber dari pemerintah pusat.
"Tahun 2024 juga ada DAK untuk pengembangan di wilayah selatan, kemudian dua tahun berturut-turut juga ada hibah air minum. Mungkin harapannya lebih besar," singkatnya, terpisah. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post