LOMBOKPOST-Komisi I DPRD Lombok Tengah (Loteng) siap mengawal permintaan tukar guling lahan antara milik Pemkab Loteng kepada ITDC.
Hal ini lantaran peruntukkan pergantian lahan itu demi kemalahatan masyarakat khususnya pelaku UMKM atau pedagang souvenir yang ada di depan Sirkuit Internasional Mandalika maupun sekitar Bundaran Songgong.
“Kami di Komisi I sangat setuju dan mendorong agar segera pemerintah bernegosiasi dengan pihak ITDC terkait keberlanjutan rencana ini,” ucap Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Supli pada waratawan di kantor DPRD Loteng, Senin (22/1).
Menurutnya, hal ini patut diperjuangkan dan dikawal hingga tuntas. Terutama lokasi tukar guling dengna lokasi yang strategis dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga tidak lagi posisi masyarakat sebagai penonton saja ketika ada sejumlah event yang berlangsung di Sirkuit Mandalika.
“Jangan cuma kita jadi penonton, bayar parkir dan karcis. Namun kita juga harus punya sumber yang bisa memberikan pendapatan asli daerah (PAD),” timpalnya.
Posisi pedagang souvenir selama ini, sambungnya, ketika ada event-event besar seperti MotoGP misalnya mereka selalu dialihkan lokasi berjualan. Satu sisi, jika dibiarkan terus berjualan depan sirkuit juga akan semrawut.
Sebab itu, diperlukan suatu lokasi untuk memberdayakan pelaku UMKM dan pengunjung sirkuit bisa terarah untuk mendapatkan aneka souvenir yang diinginkan.
“Kami setuju dengan ide pemerintah daerah ini dan harus diperjuangkan,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Wakil Bupati Loteng HM Nursiah menambahkan, aset milik daerah berupa atau dalam bentuk tanah di Mandalikamasih dilakukan pembahasan lebih lanjut. Jangan sampai ada aturan-aturan yang dilanggar dikemudian hari. “Nanti ini jadi keputusan Pak Bupati, apakah menjadi hibah atau seperti apa dengan ITDC, ya,” singkatnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya mengatakan agar bisa tukar guling lahan milik pemda dengan ITDC. Diharapkan, aset yang ditukar tersebut milik ITDC yang berada di sebelah utara jalan depan sirkuit. Tidak hanya mengakomodir pedagang namun memenuhi kebutuhan rusunawa bagi pegawai-pegawai ITDC.
“Disamping Masjid Al Alim, kenapa disana? Untuk melokalisir pedagang-pedagang asongan yang ada di depan sirkuit, bundaran Songgong yang diwujdukan dalam bentuk pasar seni,” tukasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida