LombokPost-Festival Budaya Nyale tahun ini sukses mencuri perhatian wisatawan mancanegara (wisman).
Mereka yang datang berlibur ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terlihat antusias menyaksikan parade seribu Putri Mandalika sembari mengabadikan momen tahunan yang digelar di pesisir Pantai Kuta Mandalika tersebut.
Pantauan Koran ini, sejak siang hari mereka telah berada disekitar Pantai Kuta Mandalika menyaksikan persiapan dan kedatangan para peserta festival sebelum dibuka Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri.
Festival ini juga diramaikan dengan ribuan wisatawan lokal, jajaran OPD, Forkopimda Loteng hingga masyarakat sekitar.
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, budaya tahunan ini adalah warisan budaya yang mesti digelar setiap tahun.
Sebab ia sendiri melihat langsung dampak yang diberikan dari festival tersebut.
Terutama kehadiran para wisman yang secara tidak langsung turut mempromosikan budaya dan pariwisata Gumi Tatas Tuhu Trasna.
“Ini pertanda bahwa mereka (wisatawan, red) merasa aman dan nyaman berlibur di Lombok dan ini berkat kolaborasi dengan pihak keamanan dan kepolisian,” ucap bupati usai membuka festival pada wartawan, Rabu (28/2).
Dengan mereka mempromosikan festival budaya ini melalui media sosial pribadi, kata Pathul, diharapkan berdampak pada kunjungan wisatawan pada tahun-tahun berikutnya.
Lantaran penasaran dengan budaya itu sendiri maupun cacing laut nyale.
“(festival) Ini tidak boleh berhenti digelar, kenapa kita gelar di Kuta juga untuk melihat kondisi pariwisata dan apresiasi terhadap wisatawan yang datang menonton. Kita juga ingin perekonomian, perhotelan kawasan ini juga bergerak dan tumbuh,” bebernya.
“Saya lihat banyak sekali bule-bule datang menonton dan mereka dari berbagai negara,” timpalnya didampingi Wabup Loteng HM Nursiah.
Menyinggung puncak Bau Nyale yang digelar Jumat (1/3), diakui persiapan sudah 100 persen.
Bahkan cacing nyale pun sudah mulai bermunculan di pesisir pantai sehingga membuat sebagian masyarakat mengambil lebih dulu cacing laut perwujudan Putri Mandalika.
“Saya rasa ini sudah biasa terjadi, tapi sebaiknya menunggu saat puncak lantaran sudah ditetapkan melalui kalender adat orang tua dahulu yakni Sangkep Warige, tidak bisa dimundur majukan ini,” tukas politisi Gerindra ini.
Kepala Dinas Pariwisata Loteng Lalu Sungkul menambahkan, seribu Putri Mandalika ditampilkan untuk memeriahkan gelatran Bau Nyale tahun ini.
Mereka berasal dari para finalis Putri Mandalika 2024, ITDC, desa-desa penyangga KEK Mandalika, siswa-siswi Poltekpar Lombok, Universitas Qomarul Huda Bagu, Universitas Undikma Loteng dan sebagainya.
Meski tidak lagi masuk kalender even nasional, Sungkul berkomitmen memeriahkan event budaya ini secara maksimal.
“Kita harap momen ini dapat dimanfaatkan para pelaku pariwisata, seperti perhotelan dan lainnya,” tukas mantan Camat Pujut itu. (ewi)
Editor : Kimda Farida