LOMBOKPOST-Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah akan melibatkan Universitas Mataram (Unram) untuk mengembangkan pengelolaan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Loteng.
“Kami telah kerja sama dengan Universitas Mataram sebagai langkah awal dalam pengelolaan PLUT ini,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng Ikhsan pada wartawan, Rabu (28/2).
Ia mengatakan, pengelolaan PLUT ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Sebab itu, pihaknya akan mengangkat lima tenaga konsultan sesuai bidang yang dibutuhkan seperti di bidang SDM, perencanaan, pemasaran dan pembiayaan.
“PLUT ini akan dikelola oleh UPTD bersama para pelaku UMKM,” timpalnya.
Sebelumnya, gedung PLUT dibangun dengan nilai anggar
an Rp 4,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 program Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sedangkan, untuk anggaran sarana dan prasarana pendukung pengelolaan PLUT tersebut mencapai Rp 2,5 miliar.
Pembangunan gedung PLUT yang berlokasi di Jalan Bypass Bandara Lombok itu dimulai dikerjakan bulan Mei dan telah selesai dikerjakan November 2023.
PLUT ini diharapkan bisa mendukung pertumbuhan UMKM di daerah.
PLUT pun sudah bisa dioperasikan di awal tahun 2024 dan diharapkan bisa mendukung produksi UKM Loteng dan NTB pada umumnya.
“Program ini diharapkan bisa meningkatkan produksi UMKM dalam hal meningkatkan pemasaran secara digital,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, keberadaan PLUT KUMKM untuk mempercepat upaya dan memperkuat kapasitas koperasi dan UMKM agar dapat memiliki daya saing, produktivitas, nilai tambah dan kualitas kerja.
Sehingga pemerintah mendorong penguatan kelembagaan PLUT KUMKM untuk memberikan jasa layanan yang komprehensif dan terpadu bagi pengembanagan usaha koperasi dan UMKM dan menyediakan jasa-jasa non finansial.
Bupati juga berharap, tujuan pembangunan PLUT ini dapat melahirkan atau tercapainya optimalisasi dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada oleh pelaku UMKM.
Bertumbuhnya wirausaha baru sehingga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja kreatif sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain itu, meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang berorientasi pasar,” tukas politisi Gerindra ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida