LOMBOKPOST-DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Lombok Tengah (Loteng) memastikan siapa saja calon kepala daerah (cakada) yang mendaftar dan diusung partai Perindo akan mendapat dukungan dari Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Mengingat Ketua Umum PB NWDI merupakan Ketua Harian Nasional DPP Perindo adalah TGB Muhammad Zainul Majdi.
"Siapapun yang mendaftar dan diusung oleh Partai Perindo, dia (cakada, red) akan mendapat dukungan penuh dari mesin politik Partai Perindo dan NWDI. Ibaratnya kerja dua laba (mesin politik, red)," ucap Ketua DPD Perindo Loteng Lalu Edi Gunawan pada wartawan di kantor setempat, Rabu (15/5).
Hal ini disampaikan Edi saat mengumumkan pembukaan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Loteng pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng 2024. Dimulai sejak tanggal 16 hingga 30 Mei nanti. Ia didampingi Sekretaris DPD Partai Perindo Loteng Kuncara Ningrat beserta Ketua DPC Perindo se-Loteng.
"Kami buka pendaftaran sesuai dengan nomor urut partai, dimulai Kamis (16/5) hingga lima belas hari kedepan," terangnya.
Edi menjelaskan, dalam penjaringan cakada ini, Perindo mencari kriteria putera-puteri Loteng yang tidak muluk-muluk. Terpenting mempercayai Perindo sebagai kendaraan politik dalam berkontestasi di Pilkada, serta bersedia memiliki komitmen membangun Gumi Tatas Tuhu Trasna menjadi daerah yang berdaya saing. Baik itu internal maupun eksternal partai.
"Sejauh ini dari figur eksternal sebagai calon penantang sudah ada beberapa yang berkomunikasi dan konsultasi dengan kami," ungkap pria berkacamata ini.
Dikatakan, setelah pendaftaran cakada usai, DPD Perindo Loteng akan mengusulkan maksimal lima nama cakada ke DPW Perindo NTB selanjutnya diajukan ke DPP Perindo. "Mereka yang kita rekomendasikan juga berdasarkan hasil survei, sebagai alat ukur mendapatkan rekomendasi dari DPP Perindo," sambungnya.
Menyinggung dinamika koalisi yang terbangun antara Perindo dengan partai politik lain, diakui masih berjalan. Dalam arahan Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai Perindo NTB Sitti Rohmi Djalilah, koalisi tidak mesti linier dengan pusat maupun provinsi.
"DPD Perindo Loteng juga dibebaskan dan diberi ruang untuk mengatur perhelatan pilbup di Partai untuk mengusung calonnya siapa sesuai dengan mekanisme Partai. Begitu juga koalisi, hingga kini komunikasi baru pada PKS, Demokrat, Hanura dan PAN," ucapnya. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post