Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Atang Setyanoro, Pemilik Sapi Brahmana Cross (BX) yang Dibeli Presiden Jokowi

Lestari Dewi • Kamis, 20 Juni 2024 | 15:45 WIB
JADI TONTONAN: Inilah penampakan si Joned sapi jenis Brahmana Cross (BX) menjadi hewan kurban dari Presiden RI Joko Widodo yang dibagikan kepada ribuan warga di Lombok Tengah. (Dewi/Lombok Post)
JADI TONTONAN: Inilah penampakan si Joned sapi jenis Brahmana Cross (BX) menjadi hewan kurban dari Presiden RI Joko Widodo yang dibagikan kepada ribuan warga di Lombok Tengah. (Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Berawal dari hobi memelihara, satu dari tiga ekor sapi milik peternak lokal Atang Setyanoro dibeli Presiden RI Joko Widodo untuk hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah dengan harga Rp 115 juta.

Berikut ulasannya. 

Berawal dari coba-coba mengikuti sayembara di UPTD  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB usai Idul Fitri 1445 Hijriah lalu, Atang Setyanoro mendaftarkan sapi peliharaannya jenis Brahmana Cross (BX) untuk diseleksi menjadi hewan kurban Presiden RI Joko Widodo di setiap provinsi.

Dari tiga ekor yang dipelihara, dua di antaranya memiliki bobot di atas satu Ton.

”Nah saya tertarik, akhirnya dua ekor ini saya daftarkan. Dari dua itu yang lolos seleksi adalah si Joned dengan berat saat itu 1,057 ton,” ungkap Atang usai serah terima hewan kurban di Masjid Masjid Alifurrahmah, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng).

Sebelum dipastikan lolos seleksi, sapinya diperiksa lebih dulu selama tiga bulan. Pemeriksaan dilakukan Pemprov NTB dan Kementerian Pertanian RI.

Saat diperiksa berat sapinya di posisi 1,057 ton, pada penyembelihan hewan kurban ditaksir sudah mencapai 1,100 ton.

Agar lolos seleksi, Atang harus bersaing dengan 15 peternak lokal lainnya. Sapi berusia 3,5 tahun itu pun dibeli presiden dengan harga Rp 115 juta harga yang cukup fantastis untuk sapi sejenisnya.

“Alhamdulillah sapi saya lolos menjadi hewan kurban Pak Presiden, bebas PMK, cacing, dan lainnya negatif dan dinyatakan sebagai pemenang. Yah tidak menyangka juga sebenarnya,” tambahnya.

Atang mengaku, hobi memelihara sapi sudah dilakoni sejak tahun 2018 lalu. Walau dirinya bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan tembakau di Lombok, tidak menyurutkan langkahnya menjalankan hobi tersebut.

Berbagai jenis sapi sudah dipelihara, hingga akhirnya sukses merawat sapi jenis Brahmana Cross.

“Saya merawat sapi ini bersama kakak laki-laki, hobi kami sama,” imbuh warga Lingkungan Menang Timur, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) ini.

Ketertarikan merawat sapi jenis Brahmana Cross karena memiliki postur berbadan besar.

Hasil persilangan sapi Brahman dengan sapi Eropa.

Sapi Brahman Cross merupakan salah satu jenis sapi yang dimanfaatkan dagingnya sebagai protein hewani.

“Bibit sapi ini saya beli dari peternak Lombok Utara,” ucap alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) Yogyakarta ini.

Atang mengakui, peternak tidak hanya harus pandai melihat sapi bakalan yang memiliki prospek panjang.

Namun mumpuni merawat sapi-sapi jumbo lebih ekstra.

Mulai dari kebersihan kandang sapi, badan sapi yang rutin dimandikan dua kali sehari, pemeriksaan kesehatan.

Termasuk penyediaan rumput pakan dengan tambahan dedak dan kulit kedelai.

“Dari penyediaan pakan pun, kalau kita tidak hobi pelihara, pasti asal-asalan berikan pakan, asal kasih makan yang akhirnya tidak menyerap ke badan sapi menjadi nutrisi,” bebernya.

Bahkan untuk persoalan pakan, Atang mengaku telah mempersiapkan lahan khusus hingga satu hektare (Ha).

Saat libur bekerja, dirinya turun ikut memelihara sapi, membersihkan kandang, hingga penyuntikan kesehatan hewan.

“Kami menargetkan tahun depan bisa ikut seleksi lagi, sebab masih ada seekor lagi yang sekarang beratnya mencapai satu ton. Semoga tahun depan bisa capai 1,2 ton,” tutup Atang. (ewi/r11)

 

Editor : Kimda Farida
#sapi #Jokowi