Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pj Ketua TP PKK NTB Kampanye Penyalahgunaan Narkoba di Loteng

Lestari Dewi • Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:08 WIB
CEGAH BERSAMA: Ketua Pj PKK NTB Dessy Hasanuddin (podium) berikan nasihat kepada ratusan siswa SMP dan SMA/SMK/Sederajat.(Dewi/Lombok Post)
CEGAH BERSAMA: Ketua Pj PKK NTB Dessy Hasanuddin (podium) berikan nasihat kepada ratusan siswa SMP dan SMA/SMK/Sederajat.(Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat mengikuti kampanye penyalahgunaan narkoba, pencegahan pernikahan dini, bullying dan lindungi anak dari kekerasan di Lombok Tengah (Loteng).

”Apalagi Loteng telah menorehkan prestasi sebagai kabupaten layak anak. Semoga ini dipertahankan sebagai daerah yang menghormati hak anak, memberikan perlindungan pada anak dan pemenuhan hak anak,” ucap Pj Ketua TP PKK NTB Dessy Hasanuddin pada acara kampanye di aula kantor PKK Loteng, Praya, Selasa (20/8).

Kegiatan kampanye ini, sebutnya, wujud konsisten pemda serta komitmen seluruh warga sekolah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, bullying, anti kekerasan.

Sehingga mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman serta ramah anak.

”Menjadi keprihatinan bersama di beberapa daerah telah terjadi kasus kekerasan anak di sekolah yang korbannya pelajar. Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

Kekerasan pada anak, lanjut Dessy, memberikan dampak yang panjang bagi korban. Bukan hanya fisik namun psikis korban terganggu hingga hubungan sosial yang rusak.

”Terutama masa depan sang anak di masyarakat dan bangsa,” kata Dessy.

Ia menuturkan, jumlah anak-anak di Loteng sebanyak 30,65 persen dari jumlah penduduk. Dari jumlah ini, korban kekerasan pada anak pada tahun 2023 sebanyak 44 anak. Angka ini mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 70 anak.

”Harapan saya di tahun ini akan lebih menurun bila perlu tidak ada angka kekerasan pada anak lagi, baik di sekolah, rumah maupun lingkungan,” terangnya.

Sedangkan pada angka dispensasi perkawinan anak, Dessy menyebut dari data yang tercatat dalam Pengadilan Agama Praya tahun 2023 sebanyak 40 anak.

Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2022 sebanyak 47 anak. Artinya, kekerasan tidak hanya berdampak pada dimensi saat ini tapi hari esok.

”Anak yang menjadi korban hari ini mengalami dampak sepanjang hidup dan masa depannya. Maka itu, jangan hancurkan masa depan, hentikan kekerasan apapun alasannya,” pesan Dessy.

Sementara itu, Ketua TP PKK Loteng Baiq Nurul Aini mengatakan, kegiatan ini upaya menyelamatkan generasi bangsa dan membantu pemda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, pencegahan pernikahan anak, bullying dan anti kekerasan pada anak.

”Pesertanya ada beberapa perwakilan dari siswa SMP dan SMA sederajat, antusiasme mereka luar biasa, mengikuti materi sosialisasinya hingga pembacaan deklarasi anti kekerasan,” sebutnya.

Istri dari Bupati Loteng ini tak memungkiri, angka pernikahan anak masih tinggi di Loteng.

Bahkan, ia mendapat informasi ada kasus pernikahan anak sekolah dasar (SD).

“Angka ini masih tinggi di atas rata-rata, kami akan lebih banyak sosialisasi menyasar anak-anak SMP dan SMA sederajat, hingga menggelar pojok baca yang menyasar remaja di kawasan Mandalika,” sebutnya. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Loteng #PKK