Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MGPA Sebut APAR yang Digunakan di Sirkuit Mandalika Sesuai Aturan Balap

Lestari Dewi • Kamis, 3 Oktober 2024 | 12:02 WIB
Photo
Photo

Lombok Post-Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya menegaskan alat pemadam api ringan (APAR) yang berada dan digunakan pada lintasan Sirkuit Internasional Mandalika sudah sesuai aturan balap yang berlaku.

Diketahui, pembalap Tim Gresini Ducati Marc Marquez sempat mengkritik penggunaan APAR yang berada di sirkuit.

Usai dipadamkan marshal, Baby Alien ini tidak bisa melanjutkan balapan karena kerusakan pada motornya. 

“Penggunaan APAR pada MotoGP Mandalika 2024 di Sirkuit International Mandalika sudah sesuai dengan peraturan balap yang berlaku,” tegas Direktur Utama MGPA Nusantara Jaya Priandhi Satria yang dikonfirmasi Koran ini, Selasa (1/10).

Ia menjelaskan, Sirkuit Mandalika sudah memenuhi aturan Federation Internasionale de Motocyclism (FIM) untuk melaksanakan kegiatan balap MotoGP dan sudah mendapatkan homologasi Grade A pada Kamis (26/9) lalu.

Artinya, untuk mendapatkan homologasi ini, telah dilakukan track inspection atau inspeksi lintasan yang dilakukan oleh pihak promotor Dorna Sports, Race Direction Loris Capirossi, FIM Safety Officer Tome Alfonso, Race Director Mike Webb serta perwakilan IMI dan manajemen MGPA.

“Homologasi Grade A dikeluarkan dengan persetujuan MotoGP Steward Panel yakni Freddie Spencer, Andres Somolinos yang mengatur semua hal berkaitan dengan kondisi sirkuit serta perangkat dan fasilitas pendukungnya,” terangnya.

Deputi Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Pusat Eddy Saputra menjelaskan terkait aturan penggunaan peralatan di seluruh sirkuit MotoGP, yang mana dalam APAR terdapat tiga poin dalam aturan tersebut.

Pertama, diutamakan dua APAR dengan tipe ABC Powder seberat enam Kilogram (Kg) yang tersedia di semua pos marshall. Kemudian AFF foam (busa), tersedia di beberapa pos marshall.

Terakhir, APAR type CO2 yang khusus indoor disiapkan hanya di depan pit karena penggunaan terbaik untuk di dalam ruangan tertutup.

“Berkaca dari kejadian Marquez, maka APAR yang digunakan adalah APAR berbentuk powder atau foam. Mengingat, kejadian itu terjadi di dalam lintasan,” ucap FIM Closed Circuit Racing (CCR) Member ini.

Jika ada motor yang terbakar di dalam track, kata dia, maka otomatis petugas marshal akan menyemprotkan APAR yang berbentuk powder atau foam.

“Jadi, tidak ada yang salah dengan dengan petugas marshal dan Sirkuit Mandalika,” tutur Eddy.

Eddy menyampaikan, safety officer yang bertugas telah berkomunikasi dengan Tim Gresini Ducati untuk menanyakan keluhan serta memberikan penjelasan tentang prosedur ini.

“Mereka bukanlah team yang baru di MotoGP, sehingga pasti mereka sangat mengerti mengenai prosedur yang dikeluarkan oleh FIM,” sambungnya.

Menurutnya, Marc Marquez sebagai pembalap dari Tim Gresini mungkin sangat memperhatikan mengenai faktor finansial tim yang dinaungi. Mengingat besarnya biaya yang akan dikeluarkan tim untuk memperbaiki motornya.

“Musibah siapa yang bisa menolak,” sebut Eddy.

Sebagai informasi, motor Marquez terbakar saat balapan baru berjalan 12 lap.

Marquez kemudian menepi dan melihat kondisi motornya. Tak lama kemudian dia menjatuhkan motornya dan meminta kru marshal untuk menyemprotnya dengan alat pemadam api ringan.

Marquez mengatakan kerusakan Ducati Desmosedici GP23 tunggangannya diperparah oleh APAR yang digunakan tidak tepat untuk mengatasi kobaran api itu.

Panitia penyelenggara menyebut APAR yang ada sudah sesuai aturan, dan menilai Marquez hanya dibayangi rasa takut karena timnya harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan. (ewi)

Editor : Marthadi
#MGPA #marc marquez #MotoGP Mandalika 2024 #apar