LombokPost--Siapa yang tak menyukai jelly atau es krim?
Menu ini menjadi salah satu camilan andalan yang diburu pelanggan saat berkunjung ke Lesehan Diwe Dapur, tempat makan yang berada tepat di belakang pertokoan Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng).
----------------------------
Lesehan Diwe Dapur ramai jadi perbincangan warganet.
Lantaran menyajikan menu kuliner baru di Lombok Tengah, yaitu degan jelly dan es krim batok kelapa.
Rumah makan dengan konsep lesehan di atas berugak satu lokasi dengan dengan area kolam renang Matra yang sempat menjadi primadona di kalangan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Jika biasanya jelly atau es krim disajikan dalam sebuah cup atau mangkok, namun tidak di Lesehan Diwe Dapur.
Di sini disajikan di dalam batok kelapa muda. Inovasi sajian ini digandrungi pemburu kuliner.
Lombok Post lantas memesan menu es krim batok kelapa.
Tampak bagian topping tersaji es krim rasa vanila dengan sereal berwarna merah muda bertabur keju.
Saat diaduk, di bagian bawah topping terdapat aneka buah-buahan segar seperti potongan semangka, buah naga, irisan nangka dan masih ada es krim di bagian paling bawah.
Afila Hardiyanti adalah pencetus ide degan jelly dan es krim dalam batok kelapa ini.
Ia mengaku menu ini berawal dari coba-coba dan melihat aneka olahan kuliner di YouTube.
Menurutnya potensi buah kelapa di Pulau Lombok sangat besar, terutama buah satu ini tidak mengenal musim alias selalu ada.
”Jadi saya berpikir bagaimana kuliner dari daerah sebelah bisa dibawa ke Lombok dengan sajian berbeda. Saya juga merasa ini kali pertama ada es krim dan degan jelly yang disajikan ke dalam batok kelapa,” ungkapnya.
Dalam promosi kuliner tersebut, Afila menggunakan platform TikTok, Instagram dan Facebook. Serta melibatkan sejumlah selebgram lokal.
“Promosi melalui ini sangat berpengaruh besar,” imbuh Afila.
Pada awal merintis usahanya, Afila menguji coba rasa menunya kepada teman-teman dekat secara gratis.
Mendapat sambutan positif dirinya pun mencoba menghadirkan menu ini dengan jumlah 30 butir kelapa muda.
Kini dia bisa menghabiskan hingga 60 butir kelapa dalam sehari di Kota Praya.
”Untuk harga saya patok dari Rp 27 ribu untuk es krim dan Rp 37 ribu untuk degan jelly per batok kelapa,” katanya.
Diakui, Kota Praya menjadi outlet keduanya. Outlet pertama ada di Kota Mataram.
Namun kebanyakan menu ini dititipkan pada rumah-rumah makan besar. Dalam sebulan mantan perawat ini bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta.
Selain camilan ringan, Afila juga menyajikan kuliner tradisional Ayam Merangkat khas Sasak. Biasanya menu ini disajikan ketika ada pernikahan.
Ia berinisiatif menghadirkan sajian kuliner tradisional di tengah-tengah Kota Praya.
Pelanggan pun tak sampai merogoh kocek dalam, untuk harga per paket dua orang menu Ayam Merangkat ini hanya Rp 120 ribu.
“Jadi habis makan berat kuliner tradisional, pelanggan bisa menutupnya dengan sajian degan jelly atau es krim batok kelapa,” kata Afila. (Lestari Dewi/r11)
Editor : Kimda Farida