Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengamanan Pilkades Gunakan Rayonisasi, Dinas PMD Loteng Tetapkan Balon Kades Pada 26 Januari

Lestari Dewi • Jumat, 24 Januari 2025 | 15:54 WIB
Lalu Rinjani
Lalu Rinjani

Lombok Post-Pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loteng pada 24 desa yang digelar 26 Februari menggunakan sistem rayonisasi atau wilayah.

Namun berapa banyak jumlah personel yang terlibat, kepolisian masuh menyusun rencana kebutuhannya.

“Kita akan terapkan rayonisasi pada 12 kecamatan, saat ini kebutuhan personel sedang disiapkan BKO dari Polda NTB,” ucap Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, Kamis (23/1).

Iwan mengatakan, momen pilkades memang cukup rentan konflik.

Diduga dipicu oleh adanya perjudian dalam pilkades tersebut sehingga sangat perlu mendapat atensi.

Polisi pun berharap partisipasi masyarakat untuk sama-sama mendukung dan menyukseskan pilkades serentak tersebut.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mewujudkan pilkades yang aman dan damai,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Loteng Lalu Rinjani mengatakan, tahapan Pilkades 2025 telah mulai dilaksanakan.

Kemarin, masuk dalam tahapan verifikasi kedua bagi bakal calon (balon) yang pesertanya kurang dari 12 persen.

“Sebelumnya sudah dikasih waktu 12 hari, lalu diberikan waktu enam hari untuk verifikasi kembali. Ini selesai baru kita umumkan peserta yang lolos pada Minggu (26/1),” jelasnya.

Batas minimal balon yang mendaftar, kata dia, sebanyak lima orang.

Jika jumlahnya memenuhi maka akan langsung ditetapkan, bila lebih dari lima peserta akan ada seleksi tambahan. Sebab dalam surat suara hanya tercantum lima nama calon.

“Bagaimana seleksi tambahan jika lebih dari lima orang, ada skor tambahan berupa pengalaman dibidang pemerintahan, pendidikan, usia produktif atau kurang, hingga jumlah dukungan,” kata mantan kepala Satpol PP Loteng ini.

Saat ini terdapat 112 bakal calon (balon) kades yang mendaftar di 24 desa yang melaksanakan pilkades.

Sembilan diantaranya adalah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemda Loteng.

“Jika mereka nyalon, maka cukup ajukan cuti saja namun harus ada ijin dari pejabat pembina kepegawaian atau bupati,” cetus Rinjani.

Adapun rincian total 112 balon yang mendaftar, seperti di Desa Tibu Sisok ada tiga orang, Desa Ganti ada tujuh orang, Desa Lelong ada lima orang, Desa Ubung ada enam orang, Desa Dadap ada dua orang, Desa Bilebante ada empat orang, Desa Mekar Sari ada lima orang.

Kemudian, Desa Berinding ada delapan orang, Desa Lingkok Berenge ada enam orang, Desa Jago ada empat orang dan Desa Prako ada lima orang, Desa Mantang ada enam pendaftar, kemudian Pajangan ada enam orang, Desa Pandan Tinggang ada dua orang, Desa Pengonak ada lima orang, Desa Jero Puri ada empat orang.

Selanjutnya, Desa Aik Berik ada empat orang, Desa Janggawana ada empat orang, Desa Ketara ada tujuh orang, Desa Kerame Jati ada tujuh orang, Desa Lendang Tampel ada empat orang, Desa Beleke Lebe Sane ada empat orang, Desa Prabu ada dua orang dan Desa Beleke Daye ada dua orang. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #DPMD Loteng #Polres Loteng #Pilkades