LombokPost-Rencana mutasi pejabat eselon dua dan tiga lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat sorotan kalangan anggota DPRD Loteng.
Diharapkan pelaksanaan mutasi dilakukan secara profesional.
“Saya minta agar bupati jangan melakukan mutasi pimpinan OPD karena mengedepankan sikap emosional,” kata Wakil Ketua II DPRD Loteng HL Sarjana.
Mutasi memang merupakan kewenangan dari bupati dan wakil bupati.
Namun penting pihaknya dari legislatif mengingatkan.
“Mari tunjukkan sikap profesionalisme dalam menempatkan orang-orang,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Anggota DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi menyampaikan, ada tiga hal yang perlu ditingkatkan oleh para pejabat yang duduk di eselon dua dan tiga.
Antara lain, soal pengetahuan terkait bidang yang ditangani, evaluasi capaian kerja yang berkelanjutan, serta koordinasi lintas OPD.
“Bukan hanya meletakkan seseorang expert dalam bidangnya, tetapi hasil evaluasi selama ini, kinerjanya gimana, capaiannya apa saja,” kata dia.
Selain itu, pejabat yang ditempatkan nantinya juga harus memiliki komitmen menyukseskan target pembangunan yang telah tertuang dalam RPJMD.
“Kepala daerah ini butuh kabinet yang kuat dan bukan asal bapak senang atau yang serampangan bekerja. Nah, mutasi harus diletakkan seperti itu sebagai aturan penugasan,” tegas politisi NasDem itu.
Dia menegaskan, pejabat yang terpilih nantinya haruslah cakap dalam merespons permasalahan.
“Harus bisa menerjemahkan isi pikiran kepala daerah,” ucap ketua Komisi I DPRD Loteng ini.
Sebelumnya, Bupati Loteng HL Pathul Bahri telah memberikan sinyal akan memutasi dalam waktu dekat ini.
“Insya Allah akan segera,” kata bupati.
Menurutnya, pertimbangan mutasi jabatan akan dirembukkan terlebih dahulu.
Namun ia memastikan, kinerja pejabat pada pemerintahan sebelumnya menjadi salah satu indikator dilakukan mutasi.
“Indikatornya adalah dengan melihat kinerja OPD itu sendiri. Selain itu, ada beberapa yang pensiun dan beberapa jabatan eselon tiga masih kosong,” cetus orang nomor satu di Gumi Tastura ini. (ewi/r6)
Editor : Kimda Farida