Lombok Post-Sapi jenis Simental milik Ahmad Syamsir di Lingkungan Kerajak, Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) terpilih menjadi salah satu sapi kurban Idul Adha 1446 Hijriah milik Presiden RI Prabowo Subianto.
Dinas Pertanian (Distan) Loteng pun turun cek lapangan melihat langsung kondisi sapi kurban dengan bobot satu ton lima puluh kilogram itu.
Kepala Bidang Peternakan Distan Loteng H Idham Khalid mengatakan, dirinya bersama tim turun ke kandang ternak milik peternak.
Diketahui sapi kurban jenis kelamin jantan itu sudah cukup umur yaitu 3 tahun 8 bulan.
“Beratnya satu ton lima puluh kilogram, dari sebelumnya saat pemeriksaan pertama sekitar 998 kilogram,” imbuhnya pada Lombok Post dilokasi peternak, Senin (19/5).
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu dinas sudah mengusulkan satu ekor sapi kurban kepada Sekretaris Kepresidenan.
Dengan melampirkan berbagai macam persyaratan, mulai dari surat keterangan kesehatan yang diterbitkan pejabat otoritas veteriner Loteng beserta foto-foto sapi kurban.
“Jadi dalam kurun waktu dua bulan digenjot terus ini bobot sapinya hingga satu ton lebih, dan ini masih bisa bertambah lagi hingga menjelang perayaan Idul Adha,” tambahnya.
Adapun penentuan lokasi penyaluran daging sapi kurban, kata Idham, tidak bisa sembarangan harus memenuhi kriteria.
Antara lain, lokasi masjid harus memiliki jumlah masyarakat miskin cukup banyak, pekarangan masjid luas untuk proses penyembelihan, pemotongan dan sebagaianya, terjangkau oleh angkutan umum.
“Informasinya di Masjid Umurul Huda di Desa Batujai,” cetus Idham.
Di lokasi berbeda, tim Distan Loteng juga turun mengecek kondisi kesehatan hewan kurban di Swalayan dan Hotel Hewan Kurban di Dusun Lelong, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur.
Kandang seluas 40 are itu milik peternak Edy Sanjaya. Dari hasil pengecekan, dinas memastikan ribuan ternak yang dirawat sudah siap untuk dijadikan hewan kurban.
“Kambingnya ada 1.376 ekor dan sapinya ada 750 ekor dengan total 2.124 ekor yang sehat dan satu ekor yang sakit (kambing, Red) dan sudah dipisahkan kandangnya,” kata Idham.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan 6.700 ekor hewan kurban yang siap dikurbankan masyarakat nantinya dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.
Lokasi hewan kurban ini tersebar di beberapa titik pengepul, seperti di Menemeng, Kopang, Teratak, Praya.
“Dari jumlah 6.700 ekor hewan kurban ini, sekitar 1.800 ekor sapi jantan dewasa dalam kondisi sehat,” terangnya.
Dia memastikan, pemeriksaan hewan kurban ini dilakukan hingga H-2 perayaan Idul Adha.
Mengingat H-7 biasanya kian marak dibukanya lapak-lapak penjual hewan kurban di perkotaan.
Dinas pun akan tetap mengawasi dan memeriksa kesehatan serta fisik hewan kurban.
“Untuk masyarakat yang hendak berkurban pilih hewan kurban yang sehat, tidak cacat fisik, tidak berlendir pada bagian mulut dan mata, suhu badan, keaktifan hewan kurban hingga umurnya sudah sesuai,” terang Idham.
Sementara itu, Ahmad Syamsir selaku peternak mengatakan, pemeliharaan sapi kurban milik Presiden itu sudah dirawat sejak 2023.
Ia pun tidak menyangka bisa ikut berpartisipasi pada perayaan Idul Adha tahun ini.
“Kami punya beberapa ekor sapi jenis Simental, tapi yang kita ajukan satu ekor saja dengan bobot awal di atas 800 Kg. Jika dirupiahkan bobot sekarang sekitar Rp 120 juta yang kami tawarkan, namun nanti masih ada proses nego lagi. Kalkulasi dagingnya bisa 600 Kg untuk 600 KK,” singkatnya. (ewi/R6)
Editor : Kimda Farida