Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ada Wisata Keren di Praya, Petik Buah Anggur

Lombok Post Online • Kamis, 19 Juni 2025 | 16:50 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Lokasinya memang tak jauh dari jalan bypass Praya, namun untuk menuju kebun anggur milik Masnun harus melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

Beberapa puluh meter, dari balik gerbang besi berwarna biru yang memudar menjuntai rumpunan buah anggur yang siap panen.

Memetik, memanen dan mencicipi langsung manis dan segarnya buah anggur bisa menjadi pengalaman tak terlupakan ketika mengunjungi Agrowisata Kebun Anggur di Lingkungan Semarang, Kelurahan Perapen, Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng).

Di sini para pengunjung baik yang datang berkelompok maupun sendiri, bisa langsung menyerbu deretan pohon anggur yang tumbuh sangat subur. Terdapat banyak buah anggur yang sudah matang dan siap untuk panen.

Para pengunjung nantinya dibekali alat pemotong dan keranjang untuk memetik buah anggur sepuasnya. Agrowisata ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang dan memberikan edukasi mengenai tanaman anggur yang beragam jenis varietasnya.

Siapa sangka dulunya lokasi agrowisata ini bekas kandang ayam dan sempat terbengkalai beberapa waktu lamanya. Masnun pun berinisiatif menyulap kebun seluas delapan are itu untuk ditanami anggur. Beralih menanam anggur diakui Masnun sempat diragukan kerabat maupun orang terdekat.

“Banyak yang bilang lokasi ini tidak bisa untuk ditanami buah anggur, tapi saya coba dan modal nekat, pelan-pelan dengan telaten budidaya pohon anggur,” ungkap Masnun kepada Koran ini, Rabu (18/6).

Masnun mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi, dia hanyalah seorang petani biasa. Belajar membudidayakan pohon anggur diperolehnya dari beragam video dari YouTube. Namun ternyata, tidak semua tips dan trik soal anggur yang dibagikan di media sosial bisa diterapkan di kebun anggur miliknya.

“Seratus persen ambil ilmunya dari YouTube, tapi ya tidak semua kita ambil dan terapkan, mana yang cocok itu kita pakai,” imbuhnya.

Diakui, baru setengah dari luas lahan yang dimanfaatkan Masnun ditanami pohon anggur. Karena memang, dia masih mencoba dan mencari kunci sukses menanam buah anggur hingga berbuah banyak dan manis.

“Sekarang sudah tahu kuncinya, budidaya anggurnya kami perbanyak agar bisa ditanami seluruhnya,” beber ayah dari tiga anak ini.

Pantangan terbesar tanaman anggur adalah hujan. Masnun pun mendirikan greenhouse sederhana untuk melindungi tanaman anggurnya dari rintisan hujan. Bilah-bilah kayu disambungnya menggunakan kawat. Plastik bening alas kerupuk dipakainya menjadi atap ala greenhouse.

“Kenapa sederhana ya karena masih spekulasi, tapi nanti ke depan akan diganti dengan bahan yang lebih memadai,” ucap Masnun.

AYO BERWISATA: Masnun memetik buah anggur dari pohonnya yang ada di area Wisata Petik Anggur miliknya di Lingkungan Semarang, Kelurahan Perapen, Praya, Loteng, Rabu (18/6).
AYO BERWISATA: Masnun memetik buah anggur dari pohonnya yang ada di area Wisata Petik Anggur miliknya di Lingkungan Semarang, Kelurahan Perapen, Praya, Loteng, Rabu (18/6).

Ada sekitar ratusan lebih pohon anggur dengan lima jenis anggur yang ditanam di lahan tersebut. Jenis anggur yang paling diminati adalah anggur jenis jupiter, karena rasa manisnya unik seperti permen karet. Agrowisata kebun anggur ini, mengusung konsep masuk kebun gratis dan hanya membayar anggur yang dipetik.

“Per kilonya nanti bervariasi, sekitar Rp 80 ribu per kilogram,” tutup dia. (ewi/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#Edukasi #Loteng #buah #panen #anggur