Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Direktur RS Mandalika dr Oxy Pelajari Sistem Gawat Darurat di China

Kimda Farida • Senin, 30 Juni 2025 | 10:55 WIB
MENIMBA ILMU: Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni (berjilbab) saat mengikuti pelatihan sistem kegawatdaruratan di The Second Affiliated Hospital Zhejiang University, Hangzhou, China.
MENIMBA ILMU: Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni (berjilbab) saat mengikuti pelatihan sistem kegawatdaruratan di The Second Affiliated Hospital Zhejiang University, Hangzhou, China.

LombokPost--Direktur Rumah Sakit Mandalika, dr Oxy Tjahyo Wahjuni, mengikuti program pelatihan internasional bertajuk Second Belt and Road Emergency Exclusive Exchange di Kota Hangzhou, China.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni pada 25-26 Juni 2025 difokuskan pada pengelolaan sistem kegawatdaruratan, baik di rumah sakit maupun pra rumah sakit.

Dalam kegiatan tersebut, dr Oxy bersama delegasi Indonesia berkesempatan belajar langsung di The Second Affiliated Hospital Zhejiang University School of Medicine dan Hangzhou Emergency Medical Centre.

Kedua institusi tersebut dikenal memiliki sistem penanganan kegawatdaruratan yang maju dan efisien.

"Program ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan menjadi bekal dalam upaya pengembangan serta peningkatan kualitas layanan di unit emergency, termasuk penanganan bencana di pra rumah sakit," kata dr Oxy, yang juga merupakan pengajar Manajemen Bencana Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram), Jumat (28/6).

Selama pelatihan, para peserta dari Indonesia menggali sebanyak mungkin pengetahuan, praktik baik, dan inovasi yang diterapkan oleh pemerintah Tiongkok dalam merespons kondisi kegawatdaruratan.

dr Oxy berharap, praktik-praktik baik yang dipelajarinya dapat diterapkan di NTB dengan dukungan dan kolaborasi dari para pemangku kepentingan.

"Perlu ada kerja sama lintas sektor agar sistem layanan emergency kita bisa lebih siap, tanggap, dan terintegrasi, baik di rumah sakit maupun pra rumah sakit," tegasnya.

Perempuan berkacamata ini juga menambahkan, selama kegiatan, dia dan para peserta mempelajari khusus penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan di rumah sakit serta di luar termasuk di dalamnya kondisi bencana.

Hal ini menurutnya sesuai dengan kondisi NTB yang masuk daerah rawan bencana.

“Memang di Indonesia termasuk NTB, penanganan sistem kegawatdaruratan di emergency departemen belum memuaskan sehingga memang harus ada perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Di Hangzhou, sistem penanganan kondisi gawat darurat sudah tertata rapi. Fasilitas yang dimiliki juga mumpuni bahkan sudah menggunakan robotic untuk mempercepat respons time.

“Kalau kita lihat sejarah di sana (Hangzhou, Red), kondisi sistem di rumah sakit di wilayah kita ini seperti kondisi 50 tahun mereka yang lalu,” ujarnya.

Para peserta juga diajarkan alur penanganan di rumah sakit agar tidak semrawut ketika kondisi gawat darurat terjadi.

Dr Oxy tetap optimistis kendati saat ini NTB khususnya RS Mandalika yang dipimpinnya belum dapat mengimbangi sumber daya manusia (SDM) dan prasarana RS di Hangzhou secara langsung, setidaknya ada tahapan perbaikan yang bisa dilakukan.

Salah satu hal yang akan dibenahi adalah alur dan sistem penanganan kegawatdaruratan, termasuk peningkatan kualitas SDM di RS.

“Setidaknya dengan komitmen semua SDM yang ada termasuk stakeholder dan masyarakat, saya yakin sistem dan alur yang rapi bisa kita mulai dari sini,” tandasnya. (ida/adv)

 

 

Editor : Kimda Farida
#RS Mandalika #dr Oxy Tjahjo Wahjuni