Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Lombok Tengah Tolak Wacana Pemindahan RSUD Praya

Lestari Dewi • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:48 WIB
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai

LombokPost-Wacana pemindahan gedung RSUD Praya ke pusat ibu Kota Praya mendapat penolakan anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng). Dewan menilai lokasi rumah sakit saat ini sudah strategis, tinggal memperluas lahan parkir yang terbatas.

“Wacana yang dilontarkan ini, kalau saya lebih setuju (RSUD Praya) tetap di sana, lokasi lama. Lebih besar, tinggal perluas lahan parkir saja,” ucap Anggota DPRD Loteng Ahmad Rifai pada Koran ini, Senin (21/7).

Politisi PKS ini menilai, lokasi eks kantor bupati cukup kecil sehingga akan mempengaruhi kelengkapan fasilitas pelayanan rumah sakit. Selain itu, jika rumah sakit ada di tengah kota dengan kondisi padat penduduk akan memengaruhi dampak limbah rumah sakit terhadap warga.

“Luas eks kantor bupati ini sempit juga,” cetus dia.

Persoalan yang dihadapi rumah sakit, diakui bukan hanya memperluas lahan parkir. Untuk menaikkan tipe rumah sakit menjadi B maka harus didukung dengan pelebaran jalan menuju rumah sakit. Di mana kondisi saat ini jalan masih sempit dan dilalui dua jalur.

“Saya sarankan, kita perlebar saja dulu lahan parkir rumah sakit kalau bisa perlebar lagi saja rumah sakit. Lokasi sekarang sudah cukup strategis kok,” ungkap anggota Komisi IV DPRD Loteng Bidang Pendidikan dan Kesehatan ini.

Ahmad Rifai menyarankan, sebaiknya pemkab Loteng berkomunikasi dengan pemprov NTB mengenai potensi pelebaran jalan di depan rumah sakit. Diketahui jalan tersebut masih berstatus jalan kabupaten.

“Kita coba tanyakan ke OPD terkait, ruas jalan mana saja yang diusulkan naik kelas, apakah itu (jalan depan RSUD Praya) masuk atau tidak,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mempertimbangkan agar RSUD Praya pindah ke pusat kota khususnya eks kantor bupati. Wabup beralasan, pihaknya melihat persaingan bisnis rumah sakit di Kota Praya kalah dengan yang lain.

“Mengapa tidak kita pindahkan ke eks kantor bupati,” bebernya.

Pemkab Loteng, kata wabup, ingin mengejar dan mendorong, melalui dukugan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, agar setiap kabupaten/kota memiliki spesifikasi rumah sakit masing-masing. Misal, rumah sakit di Loteng menjadi spesialis jantung, rumah sakit Lobar menjadi sepesialis paru-paru dan sebagainya.

“Masing-masing punya keahlian dan keunggulan, sehingga dengan rumah sakit kita berada di pusat bisnis saya yakin semakin maju,” tutup politisi Golkar ini. (ewi/r7)

 

Editor : Pujo Nugroho
#HM Nursiah #PKS #wakil bupati #DPRD Lombok Tengah #RSUD Praya