Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serah Terima Pengelolaan SPAM Mandalika Rp 150 Miliar Lelet

Lestari Dewi • Kamis, 31 Juli 2025 | 09:46 WIB
Hingga kini, pemkab Loteng belum serahterimakan SPAM Mandalika kepada PDAM Tiara Loteng selaku operator
Hingga kini, pemkab Loteng belum serahterimakan SPAM Mandalika kepada PDAM Tiara Loteng selaku operator

LombokPost-Serah terima pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) KSPN Mandalika lelet. Pemkab Lombok Tengah (Loteng) belum serah terimakan SPAM ini kepada PDAM Tiara Loteng pascaserahterima dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI ke Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Akibatnya, SPAM ini belum bisa dioperasikan sepenuhnya.

Meski belum diserahterimakan secara resmi, Direktur Utama PDAM Tiara Loteng Bambang Supratomo mengklaim SPAM Mandalika sudah siap beroperasi. Khususnya untuk memasok kebutuhan air bersih ke desa-desa penyangga KEK Mandalika. Sebagai tahap awal, direncanakan separo dari total produksi air akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah tersebut.

“Belum (diserahkan, red), masih masa transisi. Dari aspek teknis sudah siap beroperasi, tinggal tunggu pemkab serahkan secara resmi ke PDAM. Dari rencana produksi 100 liter per detik, sebagian besar untuk masyarakat di desa-desa penyangga,” ungkap Bambang kepada wartawan, Selasa (29/7).

Ia menjelaskan, dari total produksi air bersih tersebut, 40 persen akan dialokasikan untuk kebutuhan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), 10 persen untuk Pelabuhan Teluk Awang, dan sisanya sekitar 50 persen untuk masyarakat desa penyangga.

“Prioritas terbesar untuk masyarakat desa-desa penyangga sekitar 50 persen,” tambahnya.

Bambang mengatakan, tarif air bersih yang dialirkan ke The Mandalika tentu berbeda dengan masyarakat umum. Meski belum disepakati, kedua pihak telah membahas kisaran harga sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per meter kubik.

“Belum pasti karena itu perjanjian lama, nanti akan difinalkan lagi pada perjanjian kerja sama yang baru setelah kita kaji kembali,” kata Bambang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pihaknya telah memasang sambungan rumah tangga (SR) secara gratis sebanyak dua ribu unit. Jumlah ini masih bisa bertambah, mengingat kapasitas produksi memungkinkan perluasan jaringan.

“Pemasangannya gratis, tapi untuk pembayaran airnya tentu tidak ya, tarifnya akan sama seperti di Kota Praya,” tegas dia.

Kondisi tersebut, kata Bambang, telah disampaikan langsung kepada Wakil Menteri PU RI Diana Kusumastuti saat berkunjung ke SPAM KSPN Mandalika belum lama ini. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses serah terima pemanfaatan dan pengelolaan SPAM dari Pemkab Loteng ke PDAM Tiara Loteng.

“Mudah-mudahan bisa segera (serahterima, red), supaya SPAM Mandalika bisa segera kita operasikan dan masyarakat bisa segera menikmati layanan air bersih,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri mengatakan, pembangunan SPAM Mandalika dengan anggaran Rp 150 miliar dari APBN bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih di KEK Mandalika. Pengelolaannya akan diserahkan kepada PDAM Tiara Loteng agar pelayanan lebih maksimal.

“SPAM ini tidak hanya untuk kebutuhan pengembangan pariwisata di Mandalika, namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Lombok Tengah. Nanti pengelolaan diserahkan kepada PDAM,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (ewi/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#Mandalika #serah terima #lelet #SPAM #Pengelolaan