LombokPost-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mencatatkan 573.057 kunjungan wisatawan selama semester I 2025.
Angka ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata di tengah fase pengembangan kawasan, sekaligus mempertegas posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional.
Direktur Utama ITDC Ari Respati mengatakan, capaian ini merupakan hasil strategi diferensiasi yang diterapkan ITDC.
Setiap kawasan dibangun dengan pendekatan berbeda, mulai dari destinasi wisata keluarga dan leisure, kawasan sportstainment yang sedang tumbuh, hingga lokasi Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang terus dikembangkan.
“Capaian okupansi dan kunjungan wisatawan semester I 2025, menjadi sinyal positif bahwa pendekatan berbasis karakter kawasan ini berjalan di jalur yang tepat,” katanya, Rabu (30/7).
Ari menyebut akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dan pelaku industri guna mengakselerasi potensi masing-masing kawasan.
Hal ini diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi penguatan pariwisata nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebagai destinasi The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination, The Mandalika terus membangun basis pasar melalui sporttourism,” tambahnya.
Ia menjelaskan, rata-rata okupansi hotel di The Mandalika pada semester I 2025 berada di angka 39 persen.
Beberapa tenant mencatatkan performa menonjol, seperti Hotel Montana yang mencapai 82,31 persen pada Mei dan 77 persen pada Juni. JM Hotel mencatat okupansi 73,60 persen dan 78 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, Pullman Lombok Mandalika dan Novotel Lombok mencatat rata-rata okupansi masing-masing sebesar 29,09 persen dan 43,54 persen.
Data ini menunjukkan mulai terbentuknya daya tarik di segmen event dan leisure premium.
“Memasuki semester kedua, The Mandalika memasuki fase akselerasi dengan deretan event berskala besar seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia, ARRC, Pocari Run, dan Festival Mandalika Seru,” terangnya.
Dengan strategi bundling akomodasi, penguatan konektivitas udara, dan aktivasi komunitas, kawasan ini diyakini mampu mengejar target tahunan dan memperkuat perannya sebagai motor pertumbuhan pariwisata di kawasan timur Indonesia.
ITDC akan mengoptimalkan keunggulan khas dari masing-masing kawasan untuk menjaga kesinambungan kinerja dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Strategi difokuskan pada upaya menjaga stabilitas volume kunjungan dan tingkat okupansi, serta mendorong peningkatan permintaan melalui penguatan kalender event, program bundling leisure, dan perluasan pangsa pasar event strategis bernilai tinggi.
“Fokus kami di semester dua adalah memastikan keberlanjutan kinerja sekaligus menciptakan ruang baru bagi pertumbuhan kawasan. Kami menyadari adanya tantangan eksternal, namun tetap optimis bahwa strategi yang tepat akan memberikan manfaat nyata, baik secara ekonomi maupun sosial, bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya,” tutup Ari. (ewi/r7)
Editor : Prihadi Zoldic