Raut bahagia terpancar dari wajah anak-anak yatim saat menerima santunan dan bingkisan yang diberikan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momen ini menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam menyebarkan risalah Islam.
----
Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya peringatan kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, ia menjadi momen umat mengekspresikan cinta kepada junjungan mereka.
Seperti yang dilakukan Polres Lombok Tengah kepada puluhan anak yatim dan piatu.
Meski hujan mengguyur dua hari terakhir, kehangatan terasa di Mapolres Loteng, Rabu (10/9).
Dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, jajaran kepolisian menunjukkan kepedulian dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu yang hadir malam itu.
“Ini merupakan wujud untuk meneladani sifat kasih sayang Rasulullah SAW, yang sangat memuliakan dan mencintai anak-anak yatim,” kata Kapolres AKBP Eko Yusmiarto.
Bagi umat Islam, peringatan Maulid Nabi menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan ajaran Rasulullah. Sosok Nabi adalah teladan terbaik dalam segala hal, termasuk kepeduliannya terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Santunan yang diberikan mungkin tidak besar nilainya, namun diharapkan mampu membawa kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak itu. Bagi jajaran kepolisian, kegiatan ini juga menjadi pengingat agar selalu peduli terhadap lingkungan sekitar dan hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah wujud cinta dan kepedulian kami. Kami ingin anak-anak ini merasakan kebahagiaan yang sama di hari yang mulia ini. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia,” ucap pria asal Jogjakarta itu.
Perayaan kali ini mengusung tema “Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kita wujudkan Polri Presisi guna mendukung Asta Cita”.
Tema tersebut menegaskan komitmen Polres Loteng untuk menjadikan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam menjalankan tugas demi menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi dan Istighosah ini adalah momentum bagi kita semua untuk mempererat tali silaturahmi dan menyatukan langkah,” kata dia.
Sinergi antara ulama, pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat pun terasa erat. Seluruh yang hadir larut dalam kekhusyukan doa, memohon keselamatan bangsa dan negara, serta kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan menjaga persatuan demi kesuksesan pembangunan dan kemajuan daerah,” tutup Eko
Editor : Siti Aeny Maryam