Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kontroversi Lahan, Para Sopir Lokal Kompak Bela MotoGP Mandalika 2025

Lestari Dewi • Rabu, 17 September 2025 | 20:31 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-Setiap tahun, menjelang gemuruh mesin MotoGP, Sirkuit Mandalika selalu diselimuti isu yang sama, kontroversi lahan.

Namun, di tengah riuhnya selebaran penolakan, suara-suara dari masyarakat lokal justru terdengar lantang.

Kali ini, para pengemudi dan pelaku transportasi setempat bersatu padu, menyatakan dukungan penuh untuk MotoGP Mandalika 2025.

Bagi mereka, balapan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan motor penggerak ekonomi yang tak terbantahkan.

Sekretaris Jenderal Forum Transportasi Kuta Mandalika Lalu Adi Saputra menegaskan, penolakan MotoGP adalah langkah mundur. “Bagaimana kita tidak mendukung?” tanyanya.

Ia menyoroti dampak besar yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan pesat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, mulai dari hotel, vila, hingga restoran, telah membuka lapangan kerja baru.

Bagi Lalu Adi dan ribuan anggota forumnya, keuntungan dari MotoGP tidak hanya dirasakan oleh para pengemudi.

“Banyak masyarakat yang berkecimpung. Mereka sebagai pedagang asongan, UMKM, dan sebagainya dapat menikmati kegiatan MotoGP ini,” tambahnya.

Ini adalah bukti nyata bahwa acara berskala internasional mampu menciptakan efek domino ekonomi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Lalu Adi juga menanggapi isu lahan yang kembali diangkat. Ia menyebut isu tersebut sebagai propaganda tahunan dan berharap masalah ini bisa diselesaikan di pengadilan.

“Kalau bisa persoalan lahan ini dibawa ke ranah hukum, supaya jelas siapa yang benar dan salah,” tegasnya.

pelaku transportasi lokal bersatu padu, menyatakan dukungan penuh untuk MotoGP Mandalika 2025
pelaku transportasi lokal bersatu padu, menyatakan dukungan penuh untuk MotoGP Mandalika 2025

Pernyataan ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat sudah lelah dengan isu yang terus berulang tanpa dasar hukum yang jelas.

Mereka memilih untuk fokus pada hal-hal yang lebih nyata: kemajuan daerah, kesempatan kerja, dan citra positif Lombok di mata dunia.

Di tengah kesiapan pemerintah dan panitia penyelenggara, dukungan kuat dari masyarakat lokal seperti Forum Transportasi Kuta Mandalika menjadi penentu utama.

Mereka tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang ramah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara.

Ini adalah sinyal kuat bahwa MotoGP bukan hanya milik panitia atau pemerintah, tetapi telah menjadi kebanggaan bersama seluruh warga Lombok.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Bela #Lahan #sopir #kontroversi #motogp mandalika 2025 #lokal