Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Lombok Tengah Kesal Eksekutif Telat Hadiri Rapat Paripurna

Lestari Dewi • Rabu, 19 November 2025 | 10:05 WIB
Nursiah
Nursiah

LombokPost-Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Ahmad Syamsul Hadi geram terhadap jajaran eksekutif yang kerap molor hingga satu setengah jam saat sidang paripurna DPRD Loteng.

Sorotan ini ia sampaikan saat interupsi dalam sidang paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Nota Keuangan dan Ranperda APBD Loteng 2026.

"Interupsi ini karena saya melihat eksekutif kita selama ini tidak serius dalam mengikuti jalannya agenda sidang di rumah aspirasi rakyat,” ucap Ahmad pada wartawan, Selasa (16/11).

Menurut Bang Memet sapaan akrabnya, ketidakseriusan eksekutif juga berdampak pada jadwal sidang yang telah disusun Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Loteng.

Untuk menggeser agenda tidak mudah karena harus rapat kembali dengan Banmus, menyusun jadwal baru, serta menunggu keputusan pimpinan dewan.

“Kalau kita begini terus maka wajar lembaga DPRD menjadi bahan rujakan orang. Undangan jam 9 pagi, Anda datang jam 10, jam setengah sebelas. Kan lumayan itu waktu enam puluh menit, 120 menit membahas satu dua masalah,” ucap Ketua DPC Partai NasDem Loteng ini.

Ia meminta eksekutif segera introspeksi agar lebih disiplin. Menurutnya, anggota DPRD dalam satu tahun terakhir sudah jauh lebih tertib.

“Undangan jam 9 rata-rata mereka sudah kuorum, dengan jumlah 30-35 orang dewan. Eksekutif ini nggak ngerti, apa masalah mereka. Jangan begitulah, kita juga kan mau lari bekerja demi masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Loteng M Nursiah menyebut masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi. “Saran dan pendapat positif, memperbaiki mekanisme, bagaimana hubungan koordinasi, outputnya menjadi tugas bersama-sama,” cetusnya.

Terkait ketidakseriusan eksekutif membahas agenda rapat hingga muncul tiga kali kesalahan yang kemudian menjadi bola liar terhadap dirinya sebagai wakil bupati, Wabup meminta persoalan itu dilihat secara jernih.

“Saya sudah kroscek langsung, konseptor yang menangani naskah, sambutan, finalisasi, dokumen memang dilakukan prokopim. Nah, yang menangani ini sedang berangkat belajar ke Australia. Kekosongannya ini kami sedang mencari,” jelas politisi Golkar ini.

Wabup meminta agar semua pihak tidak memandang persoalan ini secara politis. “Jangan suudzon, tidak ada politik-politik,” tegas Wabup Nursiah.

 

Editor : Jelo Sangaji
#molor #paripurna #Kesal #DPRD Lombok Tengah #Telat #geram