LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah menyebut daerah ini masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes).
Sebanyak 355 nakes yang masuk dalam 1.129 tenaga honorer non-database akan dialihkan menjadi tenaga profesional di bawah naungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Rinciannya 202 nakes di RSUD Praya dan 153 nakes di lingkup Dikes dan Puskesmas,” ucap Kepala Dikes Lombok Tengah dr Suardi kepada wartawan di kantor DPRD Loteng, Senin (12/1).
Walau kontrak lama tidak diperpanjang, Suardi menegaskan bahwa langkah ini bukan pemutusan hubungan kerja, melainkan pengalihan skema menjadi tenaga profesional sesuai kebutuhan institusi.
“Mereka ini berkontrak dengan BLUD, sehingga dengan skema ini tidak ada nakes dirumahkan,” tambahnya.
Pilihan ini diambil karena Gumi Tatas Tuhu Trasna masih membutuhkan banyak nakes. Terlebih, Pemkab Loteng akan meningkatkan status Puskesmas Kopang menjadi Rumah Sakit Tipe D, RSUD Praya menjadi Tipe B, serta kehadiran sejumlah puskesmas di wilayah selatan Loteng.
“Jadi masih banyak kita butuh nakes, apalagi aka nada puskesmas di Desa Pengembur,” kata Suardi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya menyebutkan, dari 1.129 honorer yang tidak dilanjutkan kontraknya, sebanyak 355 nakes akan tetap bekerja. Mereka diberikan kesempatan mengikuti pendaftaran tenaga profesional di BLUD.
Editor : Akbar Sirinawa