Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akses Wisata ke Gunung Tunak Rusak Berat, Jalan Longsor akibat Abrasi

Lestari Dewi • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:01 WIB

: Inilah penampakan kondisi jalan menuju TWA Gunung Tunak yang amblas akibat cuaca ekstrem dan abrasi di Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (26/2).
: Inilah penampakan kondisi jalan menuju TWA Gunung Tunak yang amblas akibat cuaca ekstrem dan abrasi di Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (26/2).

 

LombokPost-Jalan menuju kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak, Desa Mertak, mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Hujan berintensitas tinggi membuat satu titik badan jalan tergerus hingga amblas. Kondisi ini memicu retakan dan penurunan permukaan yang membahayakan pengguna jalan.

Pelaku wisata bersama warga melakukan perbaikan secara swadaya, dengan menimbun bagian jalan yang amblas menggunakan batu, pasir, serta material seadanya.

“Kami pastikan akses tetap bisa dilewati, walaupun sifatnya sementara. Kendaraan masih bisa melintas dengan sistem bergantian dan ekstra hati-hati. Yang penting aktivitas warga dan tamu wisata tidak lumpuh,” ujar Rata Wijaya selaku GM Tunak Resort Lombok, Kamis (26/2).

Jalur ini menjadi akses vital. Selain menuju aktivitas di kawasan TWA Gunung Tunak, terdapat tiga resort yang beroperasi aktif dan bergantung pada kelancaran akses itu. Kerusakan jalan sempat memunculkan kekhawatiran warga akan terisolasi apabila tidak segera ditangani. Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama keluar-masuk kawasan.

Rata, yang juga Sekretaris Mandalika Hotel Association (MHA), menegaskan persoalan abrasi di wilayah itu bukan hal baru. Dalam dua tahun terakhir, abrasi di sejumlah titik terus terjadi tanpa penanganan serius. Longsoran yang terjadi sekitar lima tahun lalu di area yang sama hingga kini belum mendapat tindak lanjut yang jelas.

“Kami sudah cukup lama menghadapi kondisi seperti ini. Sekarang jalan kembali amblas karena hujan ekstrem. Kami berharap ini benar-benar menjadi perhatian,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan penanganan permanen. Kondisi geografis kawasan perbukitan dan pesisir Gunung Tunak rentan saat musim hujan. Penanganan darurat dinilai hanya solusi jangka pendek, sementara risiko kerusakan tetap ada jika cuaca ekstrem kembali terjadi.

“Kami berharap ada atensi cepat dari pemerintah agar akses vital tersebut bisa diperkuat secara permanen, sehingga aktivitas ekonomi, pariwisata, dan kehidupan masyarakat sekitar tidak terus-menerus dibayangi ancaman kerusakan jalan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Rahadian mengaku sudah menerima informasi ini. Menurutnya, jalan yang dibangun provinsi itu longsor di satu sisi, di mana U-Ditch (saluran drainase beton pracetak berbentuk huruf U) lepas dua unit akibat hantaman air dan ombak.

“Kami sudah laporkan ke provinsi, tentunya kami di daerah pasti berikan tindakan darurat hanya saja menunggu air di sana berkurang dulu,” jelasnya.

Akibat hantaman air dan ombak, jalan rusak hingga satu meter dengan panjang sekitar 4 hingga 5 meter. Jalan masih bisa dilalui dengan hati-hati. “Akibat cuaca ekstrem ini, ada 16 titik jalan dan jembatan yang rusak, termasuk ini,” singkat Rahadian.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menyampaikan bencana alam yang dihadapi menyebar di daerah. Salah satunya di Dusun Pasung, Desa Bangket Parak, Praya Timur. Luapan air laut dan sungai di sana menyebabkan lokasi terendam banjir. Akses publik seperti sekolah ikut terendam dan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

“Topografinya memang menjadi langganan banjir, dataran rendah. Masyarakat pun mengusulkan relokasi sekolah dasar, kalau melihat dari pengalaman sangat tepat di relokasi,” terangnya.

Relokasi tidak bisa dilakukan begitu saja. Butuh perencanaan matang terkait lokasi, sarana prasarana, dan fasilitas umum yang komprehensif. “Ini kan kembali lagi bagaimana anggaran, hubungan pusat dan provinsi karena ini berkaitan juga dengan BWS, kehutanan. Namun kami akan sampaikan dulu perencanaanya baru sampaikan ke pusat,” ucap wabup.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #amblas #akses #rusak berat #Gunung Tunak #Cuaca Ekstrem