LombokPost-Langkah konkret mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden RI ditunjukkan jajaran kepolisian di NTB.
Bertempat di area Mapolsek Kopang, Kapolda NTB Edy Murbowo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Lombok Tengah, Kamis (26/2).
Peresmian itu bukan sekadar seremoni pengguntingan pita. Di balik bangunan dapur gizi tersebut, tersimpan harapan bagi ribuan anak sekolah dan kelompok rentan agar mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan.
Kapolres Lombok Tengah Eko Yusmiarto menjelaskan, SPPG ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Lombok Tengah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program MBG.
Sebanyak 21 sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat menjadi penerima manfaat, dengan total 2.727 siswa. Tak hanya itu, program ini juga menyasar 194 orang terdiri dari batita/balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Secara keseluruhan, 2.921 orang akan merasakan manfaat langsung dari operasional dapur gizi tersebut.
“Melalui pembangunan SPPG ini, Polri hadir untuk mengakomodir program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat. Kami berharap ini bukan hanya meningkatkan kesehatan generasi muda, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian, termasuk petani dan pelaku UMKM,” tegas Kapolres.
Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menambahkan, pemenuhan gizi adalah fondasi utama membangun sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, generasi yang sehat dan kuat adalah kunci menciptakan masyarakat produktif dan kompetitif.
“SPPG ini juga sejalan dengan percepatan penurunan angka stunting. Ini komitmen nyata Polri mendukung program pemerintah,” ujarnya.
Tak berhenti di Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat menargetkan pembangunan 11 SPPG Polri sepanjang 2026 di wilayah NTB.
Saat ini, empat unit telah beroperasi, sementara lainnya dalam tahap survei dan pembangunan.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta penyerahan santunan kepada anak yatim.
Dari Kopang, pesan kuat itu ditegaskan, membangun generasi sehat bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Editor : Marthadi